BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui program strategis Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Pada tahun 2026, Pemprov menargetkan peremajaan sawit seluas 3.500 hektare yang tersebar di lima kabupaten.
Program ini dijalankan melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis sektor perkebunan.
Koordinator kegiatan PSR Dinas TPHP Bengkulu, Hamdani, menjelaskan bahwa target tersebut akan difokuskan di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma, dan Bengkulu Selatan.
“Untuk tahun 2026, target kita sekitar 3.500 hektare yang tersebar di lima kabupaten,” ujar Hamdani.
Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan yang ditekankan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang mendorong sektor perkebunan sebagai penggerak ekonomi rakyat. Program PSR dinilai menjadi solusi konkret untuk meningkatkan produktivitas sawit petani yang selama ini sudah tidak optimal.
Dengan peremajaan, tanaman sawit tua atau tidak produktif akan diganti dengan bibit unggul yang memiliki potensi hasil lebih tinggi. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan dalam jangka panjang.
Selain itu, program ini juga menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap petani kecil. Melalui PSR, petani tidak hanya mendapatkan bantuan dana, tetapi juga pendampingan teknis agar hasil perkebunan lebih maksimal.
Hamdani menyebutkan, sebelumnya sempat ada usulan tambahan dari Kabupaten Kaur. Namun, karena adanya kendala teknis, usulan tersebut belum dapat direalisasikan tahun ini. Meski demikian, pihaknya tetap membuka peluang agar Kaur dapat masuk dalam program tahap berikutnya.
“Kita tetap usulkan kembali agar ke depan bisa ikut dalam program PSR,” ujarnya.
Program ini juga menunjukkan keseriusan Pemprov Bengkulu dalam mendorong transformasi ekonomi daerah. Dengan potensi lahan sawit yang besar, Bengkulu dinilai memiliki peluang menjadi salah satu daerah penghasil sawit unggulan nasional.
Apalagi, dukungan pemerintah pusat melalui program PSR semakin memperkuat langkah daerah dalam mempercepat pembangunan sektor perkebunan.
Melalui target 3.500 hektare ini, Pemprov Bengkulu berharap dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya petani sawit di daerah.
Ke depan, program ini tidak hanya berfokus pada peremajaan, tetapi juga penguatan kelembagaan petani dan peningkatan kualitas hasil produksi.
Dengan langkah ini, Bengkulu diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai daerah yang mandiri secara ekonomi berbasis sumber daya alam, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









