BENGKULUBAROMETER – Kabar baik datang bagi masyarakat Bengkulu. Memasuki pekan kedua Januari 2026, harga beras di pasaran terpantau stabil dan kembali sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kepastian ini disampaikan setelah tim Indagsi Ditreskrimsus Polda Bengkulu melakukan pemantauan rutin sejak akhir 2025.
Sebelumnya, tim menemukan adanya harga beras premium yang dijual di atas HET, bahkan sempat menyentuh Rp 16.800 per kilogram. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama menjelang pergantian tahun yang biasanya diikuti lonjakan harga kebutuhan pokok. Namun, setelah pengawasan diperketat, harga beras kembali turun dan kini stabil.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Bengkulu melalui Kasubdit Indagsi, Kompol Jery Antonius Nainggolan, menyampaikan bahwa hampir seluruh wilayah kabupaten dan kota di Bengkulu saat ini telah mematuhi ketentuan HET.
“Tim kami terus turun langsung ke lapangan. Memang sempat ditemukan harga di atas HET, tapi setelah kami lakukan pemantauan dan imbauan, sekarang sudah kembali normal,” ujar Jery.
Hasil pengecekan di pasar tradisional, minimarket, hingga gerai ritel modern menunjukkan harga beras premium berada di angka Rp 15.400 per kilogram. Sementara itu, beras medium dijual Rp 13.800 per kilogram dan beras SPHP Rp 11.600 per kilogram. Harga tersebut dinilai masih terjangkau dan sesuai ketentuan.
Stabilnya harga beras ini tidak terlepas dari peran Satgas Pangan yang aktif melakukan pengawasan. Polda Bengkulu memastikan tidak ada ruang bagi pedagang yang mencoba mengambil keuntungan berlebihan dari kebutuhan pokok masyarakat.
“Beras ini kebutuhan utama. Jadi kami tidak main-main dalam pengawasan. Kalau ada yang coba menaikkan harga di luar aturan, tentu akan kami tindak,” tegas Jery.
Pemerintah sendiri telah menetapkan HET melalui Peraturan Badan Pangan Nasional RI Nomor 5 Tahun 2024. Dalam aturan itu, Bengkulu masuk zona II dengan HET beras medium Rp 14.000 per kilogram dan beras premium Rp 15.400 per kilogram.
Dengan kondisi harga yang stabil ini, masyarakat diharapkan tidak perlu panik atau melakukan pembelian berlebihan. Aparat memastikan stok beras aman dan distribusi berjalan lancar.









