BENGKULUBAROMETER — Anggota DPD RI, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan ibadah haji di Provinsi Bengkulu. Hal itu disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Provinsi Bengkulu di kawasan Asrama Haji, Rabu (25/2).
Kedatangan Destita disambut langsung Kepala Kanwil Kemenhaj Bengkulu, Intihan, beserta jajaran. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, dengan fokus utama pada kesiapan penyelenggaraan ibadah haji bagi Calon Jemaah Haji (CJH) Bengkulu tahun 2026.
Dalam dialog tersebut, berbagai hal dibahas, mulai dari kesiapan administrasi jemaah, sarana dan prasarana kantor, hingga dukungan anggaran operasional agar pelayanan semakin maksimal.
Intihan menjelaskan, kuota haji Provinsi Bengkulu tahun 2026 sebanyak 1.354 calon jemaah. Seluruh tahapan persiapan, menurut dia, telah berjalan sesuai jadwal pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, tahapan berjalan sesuai schedule dari pusat. Untuk dokumen sudah selesai semuanya. Proses pemvisaan juga sudah clear. Pengklauteran dan permintaan pisah kloter sudah selesai, tinggal suntik meningitis yang akan dilakukan setelah Lebaran,” ujar Intihan.
Tak hanya itu, pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) serta sistem manasik disebut telah tuntas 100 persen tanpa kendala berarti. Tahun ini, jemaah haji Bengkulu tergabung dalam Kloter PDG 2, 3, 4, dan 5. Mereka dijadwalkan masuk Asrama Haji pada 23 April 2026 dan diberangkatkan secara bertahap hingga 29 April 2026.
Bagi Destita, capaian tersebut menjadi kabar menggembirakan. Ia mengapresiasi kesiapan administrasi yang telah mencapai 100 persen. Namun, menurut dia, kesiapan dokumen saja belum cukup.
“Kesiapan administrasi yang sudah 100 persen ini tentu patut kita syukuri. Tapi saya juga menekankan agar kesiapan para petugas haji benar-benar diimbangi secara maksimal, sehingga para jemaah merasa nyaman dan tenang dalam menjalankan ibadah,” ujar Destita.
Senator asal Bengkulu ini menilai, pelayanan haji bukan sekadar urusan teknis keberangkatan, melainkan menyangkut kenyamanan, keselamatan, dan kualitas pendampingan selama proses ibadah. Karena itu, penguatan sumber daya manusia dan dukungan fasilitas menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Kanwil Kemenhaj Bengkulu juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan peningkatan fasilitas dan dukungan anggaran. Intihan berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat agar pelayanan publik semakin optimal.
“Terkait dukungan fasilitas dan anggaran sudah kami sampaikan. Harapannya, ini bisa mendukung proses layanan Kementerian Haji di Provinsi Bengkulu agar semakin maksimal,” kata Intihan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Destita menyatakan siap memperjuangkannya di tingkat pusat. Sebagai anggota DPD RI, ia memiliki fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi daerah ke pemerintah pusat.
“Saya hadir untuk menyerap dan membawa aspirasi ini ke pusat. Penguatan fasilitas dan dukungan anggaran sangat penting agar pelayanan kepada jemaah haji Bengkulu semakin baik dari tahun ke tahun,” tegasnya.
Destita menambahkan, ibadah haji adalah momen sakral bagi umat Islam. Karena itu, negara wajib memastikan seluruh proses berjalan profesional dan humanis. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, Kanwil Kemenhaj, dan pemerintah pusat terus diperkuat.
Kunjungan kerja ini sekaligus menunjukkan perhatian serius Destita terhadap isu-isu keagamaan dan pelayanan publik di daerah. Tidak hanya fokus pada aspek administratif, ia juga menaruh perhatian pada kualitas pelayanan dan kenyamanan jemaah.
Dengan kesiapan administrasi yang telah tuntas dan komitmen dukungan dari wakil daerah di tingkat nasional, diharapkan penyelenggaraan haji 2026 bagi jemaah Bengkulu berjalan lancar, tertib, dan memberikan pengalaman ibadah yang khusyuk.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









