BENGKULUBAROMETER – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu memasuki babak baru kepemimpinan. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) II yang digelar pada Senin (27/1/2026), Dedi Hardiansyah Putra resmi terpilih sebagai Ketua JMSI Bengkulu periode 2026–2031 secara aklamasi.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum penting bagi JMSI Bengkulu untuk memperkuat peran media siber dalam mendukung pembangunan daerah. Salah satu langkah strategis yang langsung disiapkan Dedi adalah melakukan sinkronisasi program kerja JMSI dengan program unggulan Pemerintah Provinsi Bengkulu, yakni “Bantu Rakyat” yang diusung Gubernur Helmi Hasan.
“Ini adalah sebuah kepercayaan dan amanah besar bagi saya untuk memimpin JMSI Bengkulu lima tahun ke depan,” ujar Dedi usai Musda.
Sebagai Pemilik perusahaan media, Dedi menegaskan bahwa JMSI tidak hanya hadir untuk kepentingan internal organisasi, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.
Menurutnya, instruksi dari JMSI pusat menekankan pentingnya penguatan organisasi di daerah agar mampu menjawab tantangan zaman, khususnya di era digital yang terus berkembang pesat.
“Langkah pertama yang akan kami lakukan adalah konsolidasi internal. JMSI harus solid dulu, baru kemudian bergerak lebih luas. Kami ingin JMSI tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh anggota, tetapi juga berkontribusi langsung bagi pembangunan Bengkulu,” tegasnya.
Dedi menilai program “Bantu Rakyat” sejalan dengan semangat JMSI yang ingin menghadirkan informasi yang berpihak pada kepentingan publik. Dengan sinkronisasi program tersebut, media siber di bawah JMSI Bengkulu diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan secara akurat dan bertanggung jawab.
“Kalau program ini berjalan seiring, daerah kita bisa terus maju dan berkembang. Media punya peran penting sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” kata Dedi.
Musda II JMSI Bengkulu sendiri diawali dengan kegiatan Workshop Wirausaha Digital, yang menjadi simbol bahwa JMSI tidak hanya fokus pada jurnalistik, tetapi juga pada penguatan ekonomi media dan inovasi digital.
Ketua JMSI Bengkulu demisioner, Riki Susanto, menyambut baik terpilihnya Dedi Hardiansyah Putra. Ia menilai kepemimpinan baru ini akan membawa semangat segar dalam menghadapi tantangan dunia media yang semakin kompleks.
“Selanjutnya, Ketua terpilih segera menyusun kepengurusan baru. Tantangan ke depan jauh lebih besar, dan JMSI Bengkulu harus mampu beradaptasi serta memberikan yang terbaik dalam penyebarluasan informasi,” ujar Riki.
Ia juga menekankan pentingnya peran JMSI sebagai organisasi perusahaan pers yang menjunjung profesionalisme dan etika jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda II JMSI Bengkulu, Doni Supardi, menjelaskan bahwa terpilihnya Dedi secara aklamasi merupakan hasil kesepakatan seluruh anggota JMSI Bengkulu.
“Saat ini terdapat 13 perusahaan media siber yang tergabung dalam JMSI Bengkulu, dan semuanya sepakat mempercayakan estafet kepemimpinan kepada Dedi Hardiansyah Putra,” kata Doni.
Dengan kepemimpinan baru ini, JMSI Bengkulu diharapkan semakin solid sebagai organisasi perusahaan media, sekaligus mampu mengambil peran strategis dalam mendukung program pemerintah dan menyuarakan aspirasi masyarakat.
Estafet kepemimpinan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan awal dari komitmen baru JMSI Bengkulu untuk menjadi mitra pembangunan yang kritis, profesional, dan berpihak pada kepentingan rakyat.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









