BENGKULUBAROMETER – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Bengkulu dalam rangka memastikan program ketahanan pangan nasional berjalan efektif hingga ke tingkat petani.
Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (1/5/2026) itu dikemas melalui agenda Rembuk Tani, yang mempertemukan pemerintah dengan para petani untuk membahas sejumlah persoalan utama di sektor pertanian, seperti harga gabah, distribusi pupuk subsidi, hingga percepatan pembentukan koperasi desa.
Zulkifli mengatakan bahwa dirinya mendapat tugas langsung dari Presiden untuk turun ke berbagai daerah guna memastikan seluruh program prioritas di bidang pangan benar-benar terlaksana dengan baik.
“Saya diperintah Bapak Presiden untuk keliling daerah selama tiga hari. Pertama memastikan pupuk lancar, kedua harga gabah tidak boleh di bawah Rp6.500, dan ketiga pembangunan koperasi desa dipercepat agar Juli bisa kita resmikan,” ujarnya
Menurutnya, harga gabah yang stabil menjadi faktor penting dalam menjaga semangat petani untuk terus meningkatkan produksi. Pemerintah, kata dia, tidak ingin petani mengalami kerugian akibat harga jual yang rendah saat masa panen.
“Gabah tidak boleh jatuh di bawah Rp6.500. Itu harga yang harus kita jaga bersama agar petani tetap untung dan semangat produksi,” tegasnya.
Dari hasil pertemuan dengan petani di Bengkulu, pemerintah juga menerima laporan positif terkait distribusi pupuk. Para petani menyebut pupuk tersedia dengan baik, tidak mengalami keterlambatan, bahkan masih mendapatkan potongan harga.
“Alhamdulillah, tadi kita dengar langsung dari petani, pupuk tersedia, tidak pernah terlambat, bahkan harganya masih diskon 20 persen. Ini artinya sistem distribusi kita berjalan baik,” jelasnya.
Melalui rembuk tani ini, pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan yang dibuat benar-benar berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Kehadiran langsung pemerintah pusat diharapkan mampu memperkuat kepercayaan petani sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan mereka.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









