BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Kabupaten Lebong resmi menetapkan status tanggap darurat bencana setelah banjir besar melanda sejumlah wilayah tersebut pada Minggu 5 April 2026. Keputusan ini diambil menyusul dampak yang cukup parah, mulai dari kerusakan infrastruktur hingga ribuan warga terdampak.
Bupati Lebong, H. Azhari SH, MH, memastikan bahwa langkah tanggap darurat ini dilakukan agar penanganan bisa berjalan cepat dan terkoordinasi.
“Status tanggap darurat sudah kita tetapkan. Fokus utama saat ini adalah penanganan warga terdampak dan pemulihan kondisi di lapangan,” ujar Azhari.
Banjir melanda beberapa desa di tiga kecamatan, yakni Desa Lemeu dan Embong di Kecamatan Uram Jaya, Desa Nangai dan Amen di Kecamatan Lebong Utara, serta Desa Karang Anyar dan Semelako di Kecamatan Lebong Tengah.
Meski sebagian wilayah mulai surut, kondisi di lapangan masih memprihatinkan. Lumpur dan material longsor masih menutup sejumlah akses jalan, menyebabkan aktivitas warga lumpuh.
Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas juga ikut terendam. Bahkan, ratusan kendaraan milik warga dilaporkan rusak akibat terendam air.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun kerugian material cukup besar, dan masih terus kita data,” jelas Azhari.
Data sementara dari BPBD Lebong menunjukkan ribuan kepala keluarga terdampak. Nilai kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Kepala Pelaksana BPBD Lebong, Saprul, mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan secara menyeluruh.
“Kerugian cukup besar, karena dampaknya luas dan melibatkan ribuan KK. Pendataan masih terus berjalan,” katanya.
Di tengah situasi darurat ini, pemerintah daerah bergerak cepat dengan mendirikan sejumlah posko bantuan di lokasi terdampak. Posko tersebut menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan logistik harian.
Selain itu, posko induk juga dibuka di Kantor Camat Amen untuk memudahkan distribusi bantuan.
Aparat gabungan juga diterjunkan untuk membantu warga. Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramdhani SH, SIK, mengungkapkan sebanyak 200 personel dikerahkan.
“Kami turunkan 200 personel untuk membantu evakuasi, pengamanan, dan penanganan di lapangan,” ujarnya.
Rekayasa lalu lintas juga diberlakukan di beberapa titik guna memastikan jalur distribusi bantuan tetap lancar.
Bupati Azhari mengimbau masyarakat tetap tenang dan bersabar menghadapi kondisi ini.
“Ini musibah kita bersama. Pemerintah akan terus bekerja maksimal untuk pemulihan,” tutupnya.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









