BENGKULUBAROMETER – Progres pembangunan jalan di Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara, kembali menjadi sorotan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Senin (22/12), Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, turun langsung meninjau kondisi lapangan guna memastikan kualitas pengerjaan proyek jalan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur daerah. Kehadiran Mian memperlihatkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan akses jalan mulus yang dapat menunjang aktivitas masyarakat di wilayah terpencil.
Dalam kunjungan tersebut, Mian didampingi Kepala Seksi Reservasi PUPR, Sajiwo Winaro. Mereka memeriksa kondisi fisik jalan sepanjang 18 kilometer dari total pengerjaan 33 kilometer. Ruas yang diperiksa meliputi area strategis dari Air Muring hingga Tugu Garuda, menjadi penghubung antar desa dan sentra ekonomi masyarakat.
Mian menyampaikan bahwa proyek ini bukan sekadar memenuhi target pembangunan fisik, tetapi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pak Gubernur dan saya, selama masa pengabdian ini, insyaallah diberikan kesehatan untuk terus berkomitmen membangun jalan mulus hingga akhir masa jabatan,” ujar Mian, menegaskan bahwa kebijakan pembangunan jalan menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Data biaya dan progres menunjukkan bahwa 18 kilometer ruas jalan yang telah diaspal berada pada zona vital bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Jalan dari Desa Air Muring menuju Desa Sukma Makmur, serta dari Desa Sukma Makmur ke Desa Air Putih, kini sudah berlapis aspal dan mulai dirasakan manfaatnya oleh warga. Perjalanan yang sebelumnya memakan waktu lama serta sering terkendala kondisi jalan berlubang, kini jauh lebih efisien.
Kehadiran Wakil Gubernur di Desa Air Putih disambut meriah. Warga dan perangkat desa menggelar syukuran sederhana di Kantor Desa Air Putih sebagai bentuk rasa terima kasih. Momentum ini menguatkan hubungan pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan daerah. Kepala Desa Air Putih, Bambang Syahrial, menggambarkan pembangunan jalan ini sebagai penantian panjang yang akhirnya terwujud. Empat kali proposal pembangunan diajukan, namun baru terealisasi pada masa kepemimpinan Helmi Hasan dan Mian.
Lebih jauh, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata, namun berperan vital dalam mendukung pergerakan barang dan jasa, memperluas akses pendidikan dan fasilitas kesehatan, serta mempercepat aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan. Sejumlah petani mengaku kini lebih mudah membawa hasil panen ke pasar, sementara pedagang lokal memperoleh akses transportasi yang lebih cepat dan murah.
Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan pembangunan jalan mulus tidak hanya di Marga Sakti Sebelat, tetapi juga di berbagai daerah dengan kondisi jalan rusak atau belum teraspal. Strategi ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi wilayah sekaligus memperbaiki ketimpangan antar daerah.
Dengan adanya peningkatan aksesibilitas, wilayah Marga Sakti Sebelat diprediksi mengalami peningkatan kegiatan ekonomi dalam lima tahun mendatang. Kawasan ini dikenal kaya akan sektor pertanian dan perkebunan, sehingga peningkatan kualitas jalan menjadi kunci dalam mendorong volume distribusi hasil bumi menuju pasar kabupaten maupun provinsi.
Pembangunan ini juga diharapkan dapat memicu peningkatan investasi daerah. Infrastruktur jalan yang lebih baik berpotensi menarik minat pelaku usaha, baik dalam sektor pariwisata, pertanian maupun industri pengolahan komoditas lokal. Pemerintah dengan tegas menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur akan terus menjadi prioritas hingga masa kepemimpinan Helmi Hasan dan Mian berakhir
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









