BENGKULUBAROMETER – Seorang nelayan lokan dilaporkan tenggelam di Sungai Manjunto, Desa Pelokan, Kecamatan Air Manjunto, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Selasa (17/3/2026). Hingga malam hari, korban belum berhasil ditemukan.
Korban diketahui bernama Arjun (45). Ia dilaporkan tenggelam saat mencari lokan bersama rekan-rekannya di sekitar sungai.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu menerima laporan kejadian ini dari seorang pelapor bernama Hendri. Informasi tersebut menyebutkan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kejadian bermula saat Arjun menyelam untuk mengambil lokan di dasar sungai. Aktivitas tersebut memang sudah menjadi rutinitasnya sebagai nelayan lokan.
Namun, setelah beberapa waktu, korban tidak juga muncul ke permukaan. Rekan-rekan korban mulai panik dan berusaha mencari keberadaan Arjun secara manual di sekitar lokasi kejadian.
Karena tidak menemukan hasil, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa setempat. Laporan ini langsung diteruskan ke Kantor SAR Bengkulu untuk penanganan lebih lanjut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue dari Pos SAR Mukomuko segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Tim diperkirakan tiba sekitar pukul 15.30 WIB.
Setibanya di lokasi, tim SAR langsung melakukan koordinasi dengan unsur SAR gabungan yang sudah berada di lapangan. Setelah itu, pencarian langsung dilakukan dengan menyisir area dari lokasi kejadian perkara (LKP) ke arah muara sungai.
Selain penyisiran permukaan, tim juga melakukan penyelaman di sekitar titik korban terakhir terlihat. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kemungkinan korban segera ditemukan.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Rescue Pos SAR Mukomuko, TNI, Polsek Kota Mukomuko, Damkar, BPBD, Tagana, pemerintah desa, hingga masyarakat sekitar.
Berbagai peralatan juga dikerahkan dalam operasi ini, seperti perahu karet (LCR), kendaraan operasional, alat komunikasi SAR, serta peralatan medis untuk penanganan darurat.
Namun hingga pukul 20.40 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Korban masih belum ditemukan.
Tim SAR memutuskan untuk menghentikan pencarian sementara pada malam hari karena kondisi yang tidak memungkinkan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan di sekitar lokasi.
Rencananya, operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada Rabu pagi dengan metode yang lebih intensif.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi para nelayan tradisional, terutama yang bekerja dengan cara menyelam di perairan terbuka tanpa perlindungan maksimal.









