BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah di Masjid Raya Baitul Izzah Bengkulu, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum ibadah di bulan suci Ramadan, tetapi juga diwarnai aksi sosial berupa penyaluran santunan kepada anak-anak yatim di berbagai wilayah Bengkulu.
Dalam kegiatan tersebut, Pemprov Bengkulu bersama sejumlah pihak menyalurkan santunan dengan total nilai Rp243.750.000 kepada 1.625 anak yatim. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak yang membutuhkan serta sebagai pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an yang menekankan pentingnya berbagi dan membantu sesama.
Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis kepada beberapa anak yatim yang hadir dalam acara tersebut. Mereka berasal dari berbagai sekolah di Kota Bengkulu dan sekitarnya.
Di antara penerima santunan simbolis tersebut adalah Biliyarta Bulan Tambunan dari SD Negeri 43 Tanah Patah, Fatah Bagaskara dari SD Negeri 77 Padang Serai, Aska Peranata dari SD Negeri 78 Betungan, serta Zalbi Onasahbetra dari SD Negeri 67 Surabaya.
Selain itu, turut menerima santunan secara simbolis yakni Dairi Ghazia Aljanadi dari SD Negeri 19 Padang Serai, Helsa Oktari Fatona dari SMP Negeri 5 Pagar Dewa, Penti Amri Bryani dari SMP Negeri 24, serta Marcelo Infadilo dari SMP Negeri 3 Tengah Padang.
Beberapa siswa tingkat menengah juga turut menjadi perwakilan penerima bantuan, seperti Tri Bintang Dharma Wijaya dari SMK Negeri 2, Dina Triana dari MTs Negeri 1, serta beberapa penerima lainnya seperti Zahar Zahra Akhila, Nikita Nia, dan Agnes.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya sekadar seremoni keagamaan, tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Al-Qur’an adalah penunjuk jalan hidup bagi umat manusia. Kitab suci ini memberikan petunjuk agar kita meraih kesuksesan dalam kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat,” ujar Helmi Hasan.
Menurutnya, ajaran Al-Qur’an tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengajarkan bagaimana manusia harus hidup berdampingan dengan sesama.
Karena itu, kegiatan santunan kepada anak yatim dalam peringatan Nuzulul Qur’an dinilai sebagai wujud nyata dari pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Helmi Hasan juga mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum terbaik untuk memperkuat solidaritas sosial, terutama kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga nilai-nilai kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat Bengkulu.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









