BENGKULUBAROMETER – Peran perawat dalam sistem kesehatan Indonesia kembali mendapat sorotan. Anggota DPD RI/MPR RI dapil Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, menegaskan bahwa perawat merupakan garda terdepan sekaligus tulang punggung pelayanan kesehatan di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan dalam momentum peringatan Hari Perawat Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang diperingati setiap 17 Maret.
Menurut Destita, peran perawat tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka bukan hanya bertugas merawat pasien di rumah sakit, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam berbagai aspek pelayanan kesehatan masyarakat.
“Perawat merupakan tulang punggung pelayanan kesehatan. Mereka tidak hanya merawat pasien, tetapi juga menjadi edukator, advokat, serta bagian penting dalam sistem kesehatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam praktiknya perawat memiliki peran yang sangat luas, mulai dari upaya promotif seperti edukasi kesehatan kepada masyarakat, preventif untuk mencegah penyakit, kuratif dalam proses pengobatan, hingga rehabilitatif untuk pemulihan pasien.
Peran tersebut, kata dia, menjadikan perawat sebagai salah satu profesi yang paling dekat dengan masyarakat dalam sistem layanan kesehatan. Bahkan, dalam banyak kondisi, perawat menjadi tenaga kesehatan pertama yang berinteraksi langsung dengan pasien.
Destita menilai, momentum Hari Perawat Nasional harus dijadikan sebagai waktu untuk mengingat kembali besarnya kontribusi perawat dalam pembangunan kesehatan nasional. Selain itu, peringatan ini juga menjadi ruang refleksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.
Menurutnya, tantangan dunia kesehatan saat ini semakin kompleks. Perubahan pola penyakit, meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan, hingga perkembangan teknologi medis menuntut perawat untuk terus beradaptasi.
Oleh karena itu, ia mendorong adanya perhatian lebih terhadap profesi perawat, baik dari sisi kebijakan maupun dukungan sistem kesehatan secara keseluruhan.
“Perawat adalah ujung tombak pelayanan kesehatan. Jika perawat kuat, maka sistem kesehatan juga akan semakin kuat,” tegasnya.
Destita juga mengapresiasi dedikasi para perawat yang selama ini telah bekerja tanpa kenal lelah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi.
Ia berharap, ke depan peran perawat semakin diperkuat, baik dalam sistem pelayanan kesehatan maupun dalam pengambilan kebijakan.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh perawat di Indonesia.
“Selamat Hari Perawat Nasional dan HUT ke-52 PPNI. Teruslah mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









