BENGKULUBAROMETER – Kejaksaan Tinggi Bengkulu menutup Tahun 2025 dengan refleksi dan rasa syukur. Melalui kegiatan Syukuran Pencapaian Kinerja 2025 yang dirangkaikan dengan doa bersama menyongsong Tahun 2026, institusi penegak hukum ini menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berpihak pada keadilan masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Aula Sasana Bina Karya Kejati Bengkulu itu dipimpin langsung oleh Victor Antonius Saragih Sidabutar, didampingi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu serta seluruh pejabat struktural dan jajaran pegawai. Suasana berlangsung khidmat, jauh dari kesan seremonial semata.
Dalam sambutannya, Kajati Bengkulu menegaskan bahwa syukuran bukan hanya perayaan atas capaian kinerja, melainkan momentum evaluasi. Ia menyebut, sepanjang 2025 Kejati Bengkulu menghadapi tantangan berat, mulai dari kompleksitas perkara hingga tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas penegakan hukum.
“Tahun 2025 adalah tahun yang penuh dinamika. Banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama. Namun dengan kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh jajaran, kita mampu melewatinya dengan baik,” ujar Victor Antonius Saragih Sidabutar.
Ia menekankan bahwa keberhasilan institusi tidak pernah lahir dari kerja individu. Soliditas internal, koordinasi antarseksi, serta kepemimpinan yang kolektif menjadi kunci utama capaian Kejati Bengkulu selama hampir satu tahun terakhir.
Lebih jauh, Kajati Bengkulu juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak akan lebih ringan. Tahun 2026 menuntut aparat penegak hukum semakin adaptif terhadap perkembangan modus kejahatan, terutama tindak pidana khusus yang berkaitan dengan keuangan negara dan kerusakan lingkungan.
“Penegakan hukum harus terus bertransformasi. Tidak cukup hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas, berbasis data, dan berlandaskan keilmuan,” tegasnya.
Syukuran ini juga menjadi ruang penguatan spiritual bagi seluruh pegawai. Menurut Victor, integritas aparat hukum tidak hanya dibangun dari sistem dan aturan, tetapi juga dari nilai moral dan spiritual yang kuat. Doa bersama menjadi simbol harapan agar seluruh jajaran diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberanian dalam menjalankan tugas.
Dengan berakhirnya 2025, Kejati Bengkulu menegaskan komitmen untuk terus menjaga kepercayaan publik. Penegakan hukum yang tegas, profesional, dan berintegritas menjadi fondasi utama menghadapi tahun yang baru.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









