2 Gajah dan 1 Harimau Mati di Mukomuko, Alarm Keras untuk Satwa Dilindungi

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER -;Peristiwa memilukan kembali terjadi di wilayah hutan Bengkulu. Dua ekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati di kawasan Hutan Produksi (HP) Air Teramang, Kabupaten Mukomuko. Tak hanya itu, bangkai Harimau Sumatera juga ditemukan di lokasi berbeda di wilayah yang sama.

Temuan ini langsung memicu keprihatinan, mengingat kedua satwa tersebut merupakan spesies langka dan dilindungi yang keberadaannya semakin terancam.

Dua ekor gajah yang ditemukan mati tersebut terdiri dari seekor induk dan anaknya. Informasi awal menyebutkan, bangkai gajah pertama kali ditemukan warga pada Rabu, sebelum akhirnya dilaporkan kepada petugas di lapangan.

Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Bengkulu-Lampung, Said Jauhari, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Benar, dua ekor gajah ditemukan dalam kondisi mati. Informasi awal berasal dari warga yang melihat langsung di lokasi,” ujar Said, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, lokasi penemuan berada di kawasan yang cukup jauh dan sulit dijangkau, sehingga membutuhkan waktu bagi tim untuk tiba di lokasi.

Baca Juga :  Rp110 Miliar APBN Digelontorkan untuk DDTS, Pemprov Targetkan Rampung 2028

Setelah menerima laporan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu-Lampung langsung menurunkan tim ke lapangan. Tim tersebut juga melibatkan dokter hewan untuk melakukan identifikasi dan nekropsi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian gajah, sekaligus mengetahui sudah berapa lama satwa tersebut mati.

“Tim sudah kita turunkan ke lokasi, termasuk dokter hewan untuk melakukan nekropsi. Ini penting untuk mengetahui penyebab kematian,” jelas Said.

Namun hingga saat ini, pihak BKSDA belum dapat memastikan penyebab kematian kedua gajah tersebut. Bahkan, jenis kelamin anak gajah pun belum bisa diidentifikasi secara pasti.

“Umur anak gajah diperkirakan belum sampai satu tahun. Tapi untuk detail lainnya, kita masih menunggu hasil pemeriksaan,” tambahnya.

Di lokasi berbeda, warga juga menemukan bangkai Harimau Sumatera di wilayah SP 4 Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko.

Bangkai harimau tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang tengah beraktivitas di sekitar lokasi. Penemuan itu kemudian segera dilaporkan kepada petugas.

Baca Juga :  Perbandingan Harga Sembako di Pasar Minggu dan Panorama Bengkulu, Cabai Rawit Tembus Rp86.600

Dari dokumentasi yang beredar, kondisi bangkai harimau terlihat mengapung di pinggir aliran sungai kecil. Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa satwa tersebut sudah mati beberapa waktu sebelum ditemukan.

Meski dua kejadian ini terjadi dalam waktu hampir bersamaan, pihak BKSDA belum menyimpulkan adanya keterkaitan antara kematian gajah dan harimau tersebut.

Penyebab kematian masih menunggu hasil nekropsi yang dilakukan oleh tim di lapangan. BKSDA juga belum memberikan keterangan apakah ada indikasi perburuan, konflik manusia dengan satwa, atau faktor alami.

“Untuk sementara kita belum bisa menyimpulkan apa penyebabnya. Semua masih menunggu hasil pemeriksaan tim di lapangan,” tegas Said.

Kematian gajah dan harimau ini menjadi sinyal serius terhadap kondisi satwa liar di Bengkulu, khususnya di wilayah Mukomuko yang dikenal sebagai habitat penting bagi kedua spesies tersebut.

Peristiwa ini juga mengingatkan pentingnya pengawasan kawasan hutan serta peran masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian yang berkaitan dengan satwa dilindungi.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang
Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit
Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar
Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga
Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:17 WIB

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 November 2026 - 15:24 WIB

Dorong Peternakan Modern, Bengkulu Dibidik Jadi Pusat Industri Sapi dan Pakan Sawit

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Helmi Sebut Rehabilitasi Stadion GOR Sawah Lebar Bengkulu Butuh Anggaran Rp80 Miliar

Jumat, 6 November 2026 - 13:14 WIB

Jelang Hari Pahlawan 2026, Pemprov Bengkulu Siapkan Ziarah dan Tabur Bunga

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Berita Terbaru

Bengkulu

Nasib Cabor Billiard di Porprov Bengkulu Masih Mengambang

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:17 WIB