Karangan Bunga Berjejer di Mapolda Bengkulu, Korban Investasi Bodong Minta Yeyen Membusuk di Penjara

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Suasana di Mapolda Bengkulu, Mulai Jumat (26/06/2026), tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah karangan bunga berjejer memenuhi area depan kantor kepolisian, menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan yang melintas.

Dari pantauan di lokasi, Karangan bunga tersebut dikirim dari sejumlah korban dugaan investasi bodong setelah mendapat kabar bahwa seorang oknum k Nike Chahy Andarie alias Yeyen, oknum karyawan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) diamankan oleh tim gabungan Subdit II Fiskal Moneter dan Devisa (Fismondev) serta Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan.

Baca Juga :  Setelah 26 Tahun Menanti, Warga Padang Genteng Sambut Pembangunan Jalan

Papan-papan ucapan itu dipasang di median jalan tepat di depan Gedung Ditreskrimsus Polda Bengkulu. Isi pesan yang tertulis pun menyita perhatian masyarakat karena bernada dukungan terhadap langkah kepolisian sekaligus ungkapan kekecewaan para korban.

Salah satu papan bunga bertuliskan, “Bravo Polda Bengkulu, Selamat Membusuk di Penjara Yeyen.”

Sementara papan bunga lainnya berisi pesan, “Selamat datang Yeyen, selamat mendekam di balik jeruji, terima kasih bapak/ibu polisi.”

Keberadaan karangan bunga tersebut menjadi bentuk ekspresi para korban yang mengaku telah lama menantikan perkembangan penanganan kasus dugaan investasi bodong yang diduga merugikan banyak pihak di Bengkulu.

Baca Juga :  Begal Sadis di Jalur Curup–Lubuklinggau, Korban Ditusuk dan Motor Dibawa Kabur

Saat ini, polisi telah menetapkan tersangka Yeyen sebagai tersangka dalam kasus investasi bodong berkedok arisan yang hingga saat ini menyeret ratusan orang korban, dan kerugian hingga miliaran rupiah.

Pada Jumat malam (26/6/2026) Pukul 20.15 wib, tersangka Yeyen dengan menggunakan jaket putih dan mengenakan masker didampingi Polwan menuju sel tahanan Mapolda Bengkulu.

Tersangka dijerat Pasal 46 Undang-undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), dipidana dengan pidana penjara lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 600 Miliar.

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 17:02 WIB

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 5 November 2026 - 16:22 WIB

Tata Kelola RSMY Dievaluasi BPK Dan Penyelesaian Utang Jadi Perhatian

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Berita Terbaru