BENGKULUBAROMETER – Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Pada Rabu, 10 Desember 2025, namanya diumumkan sebagai salah satu kepala daerah penerima Innovative Government Award (IGA) 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan tersebut diserahkan langsung dalam seremoni yang berlangsung di Jakarta dan dihadiri perwakilan pemerintah daerah seluruh Indonesia.
Dedy datang bersama Kepala Bappeda Kota Bengkulu, Medy Pebriansyah, yang selama tiga tahun terakhir menjadi salah satu arsitek utama transformasi inovasi di kota ini. Mereka naik ke panggung dengan senyum lebar ketika Bengkulu ditetapkan sebagai Kota Sangat Inovatif 2025.
“Alhamdulillah, Kota Bengkulu kembali menorehkan prestasi membanggakan,” kata Dedy, merespons penghargaan yang menurutnya bukan sekadar simbol, melainkan cermin perjalanan panjang reformasi birokrasi yang dilakukan pemerintahannya.
Kementerian Dalam Negeri menilai Kota Bengkulu mampu menjalankan sejumlah terobosan yang berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik. Beberapa inovasi yang masuk dalam penilaian meliputi:
Digitalisasi layanan perizinan, optimalisasi pelayanan administrasi kependudukan, percepatan layanan kesehatan berbasis teknologi, pembenahan tata kelola anggaran, penyederhanaan birokrasi di tingkat kelurahan.
Di internal Kemendagri, Bengkulu disebut sebagai salah satu daerah yang “melompat cukup jauh” dibanding tahun-tahun sebelumnya.
IGA adalah ajang tahunan yang dihelat sejak 2017 untuk mendorong pemerintah daerah menjadi laboratorium inovasi. Melalui penghargaan ini, setiap daerah dituntut untuk menampilkan gagasan yang bukan hanya kreatif, tetapi juga terukur dampaknya.
Dalam sambutannya, pejabat Kemendagri menegaskan bahwa inovasi bukan lagi pilihan, tetapi syarat bertahan dan berkembang di tengah dinamika sosial-ekonomi yang makin kompleks.
Menurut Dedy, inovasi yang dilakukan tidak hanya mengejar penghargaan. Ia ingin Kota Bengkulu memiliki ekosistem birokrasi yang responsif dan minim hambatan. “Yang penting, masyarakat merasakannya,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa selama dua tahun terakhir, pemerintah kota memperbaiki regulasi pendukung inovasi, penguatan SDM teknis, hingga penataan ulang anggaran agar setiap inovasi memiliki pondasi finansial yang jelas.
Dedy memastikan bahwa setelah IGA 2025, Bengkulu akan fokus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih modern. Targetnya, dalam dua tahun ke depan, seluruh layanan utama berbasis digital akan beroperasi sepenuhnya.
Dengan predikat Kota Sangat Inovatif 2025, Bengkulu kini berada dalam sorotan nasional sebagai daerah yang mampu menggabungkan kreativitas, tata kelola, dan dampak publik secara signifika
n
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









