Bengkulu Jadi Simbol Kerukunan Umat di Indonesia

- Jurnalis

Jumat, 24 April 2026 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menilai Provinsi Bengkulu sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia. Kondisi ini dinilai menjadi modal besar dalam mendorong pembangunan daerah, termasuk rencana pendirian universitas negeri baru di Curup.

Menurutnya, harmoni antarumat beragama di Bengkulu bukan hadir secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kesadaran masyarakat yang menjunjung tinggi toleransi, persaudaraan, dan gotong royong. Nilai tersebut menjadi kekuatan penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mempercepat pembangunan.

Baca Juga :  Dandim Rejang Lebong Gerak Cepat Tangani Banjir Lebong, 20 Personel TNI Diterjunkan Bantu Warga

“Kerukunan umat beragama di Bengkulu ini termasuk yang terbaik di Indonesia. Ini bukan sesuatu yang datang tiba-tiba, tetapi hasil dari kesadaran kolektif masyarakat yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan gotong royong,” kata Nasaruddin, Jumat (24/04/2026).

Ia mengatakan, solidaritas sosial yang telah terbangun harus terus dijaga karena menjadi fondasi penting dalam pembangunan, khususnya di bidang pendidikan. Salah satunya melalui rencana pengembangan universitas negeri baru di Curup yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kita berharap kerukunan dan solidaritas ini terus dipertahankan. Karena dari sinilah lahir kekuatan besar untuk membangun daerah, termasuk menghadirkan institusi pendidikan baru,” singkatnya.

Baca Juga :  Bupati Lebong Kembali Ekspedisi ke Telaga Puteri Tujuh Warna untuk Ketiga Kalinya

Selain pendidikan, Menag juga menyoroti pentingnya penguatan ekonomi umat di tengah tantangan global. Ia menilai pendekatan keagamaan dapat menjadi sarana efektif dalam membangun kesadaran dan kemandirian ekonomi masyarakat lintas agama.

Di era digital, ia juga mengingatkan perlunya edukasi berkelanjutan guna mencegah potensi konflik sosial, termasuk isu penistaan agama yang dapat memicu gesekan di tengah masyarakat.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru