BENGKULUBAROMETTER – Pemerintah Provinsi Bengkulu menyiapkan langkah besar untuk mendongkrak prestasi olahraga daerah. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, secara terbuka menjanjikan bonus atau reward sebesar Rp1 miliar bagi atlet Bengkulu yang berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Komitmen tersebut disampaikan Helmi Hasan saat memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu, Senin (15/12/2025).
Menurut Helmi Hasan, peningkatan kualitas atlet tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur olahraga. Pemerintah daerah, kata dia, juga harus hadir dengan memberikan penghargaan yang layak kepada atlet berprestasi agar semangat juang mereka terus terjaga.
“Untuk meningkatkan kualitas atlet Bengkulu, kita tidak bisa hanya bicara soal fasilitas. Prestasi harus dihargai, dan reward itu penting agar atlet merasa perjuangannya dihormati,” ujar Helmi di hadapan pengurus KONI yang baru dilantik.
Helmi mengungkapkan, sebelum menetapkan angka Rp1 miliar, dirinya sempat berdiskusi dengan Ketua KONI Provinsi Bengkulu mengenai besaran bonus atlet di daerah lain. Dari informasi yang diterimanya, reward terbesar yang diberikan pemerintah daerah lain berkisar Rp 500 juta untuk peraih emas PON.
“Tadi saya sempat bertanya, berapa reward terbesar yang pernah diberikan pemerintah provinsi kepada atlet. Jawabannya Rp500 juta. Kalau begitu, Bengkulu harus lebih berani. Kita siapkan Rp1 miliar untuk atlet peraih medali emas PON,” tegas Helmi, disambut tepuk tangan hadirin.
Lebih lanjut, Helmi Hasan juga menekankan pentingnya komitmen pengurus KONI Provinsi Bengkulu, dalam membina cabang olahraga secara serius dan berkelanjutan. Ia menilai, kepengurusan KONI saat ini menunjukkan semangat pengabdian yang luar biasa, karena bersedia menjalankan tugas tanpa mengharapkan gaji.
“Dari penyampaian Ketua Umum KONI, saya melihat pengurus sekarang benar-benar ingin memajukan olahraga Bengkulu. Mereka rela menjadi pengurus tanpa gaji. Ini semangat yang harus kita dukung bersama,” kata Helmi.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga berkomitmen memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur olahraga. Helmi mengungkapkan, dirinya telah melakukan pertemuan langsung dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk membahas rencana renovasi Stadion Bengkulu agar memenuhi standar nasional.
Selain stadion, Pemprov Bengkulu juga tengah melakukan perbaikan fasilitas kolam renang yang ditargetkan rampung pada tahun depan. Dengan pembenahan sarana olahraga tersebut, Helmi berharap Bengkulu mampu mencetak lebih banyak atlet unggulan yang siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
“Dengan fasilitas yang memadai dan sistem pembinaan yang baik, kita harapkan bibit atlet Bengkulu bisa bersaing secara nasional dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menyambut positif kebijakan Gubernur Bengkulu terkait pemberian bonus Rp 1 miliar bagi atlet peraih emas PON. Ia menilai langkah tersebut sebagai terobosan penting dalam menjamin masa depan atlet.
Tidak hanya bonus, Teuku Zulkarnain juga mengungkapkan rencana pemberian kesempatan kerja di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bagi atlet berprestasi, sebagai bentuk jaminan kesejahteraan jangka panjang.
“Dengan adanya kepastian karier kerja, atlet akan lebih fokus dan serius mengejar prestasi. Selama ini, bibit atlet Bengkulu sebenarnya sangat bagus sejak usia dini. Namun ketika dewasa, banyak yang berhenti karena tidak ada jaminan pekerjaan dan masa depan,” jelasnya.
Menurut Teuku, kebijakan reward dan jaminan kerja ini diharapkan dapat memastikan atlet Bengkulu tetap menekuni dunia olahraga sekaligus mampu menghidupi keluarganya secara layak.
“Dengan adanya bonus dan peluang kerja, setidaknya para atlet kita bisa memastikan masa depan mereka. Prestasi jalan, kesejahteraan pun terjamin,” pungkasnya.









