BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu menutup tahun 2025 dengan sederet capaian yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Dalam rapat koordinasi akhir tahun yang digelar di Balai Raya Semarak Bengkulu, Selasa 30 Desember 2025 malam, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian memaparkan hasil kerja hampir setahun kepemimpinan mereka.
Rapat yang dihadiri unsur Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan instansi vertikal itu berlangsung serius namun penuh optimisme. Di hadapan peserta, Helmi Hasan menegaskan bahwa tahun pertama kepemimpinannya difokuskan pada program yang langsung dirasakan rakyat.
“Alhamdulillah, yang pertama kami sudah menyerahkan ratusan ambulans ke desa-desa. Selain itu, pembangunan jalan terus kita dorong hingga ke wilayah pedesaan,” ujar Helmi.
Program ambulans desa menjadi salah satu sorotan utama. Helmi menyebut, ambulans gratis bukan sekadar simbol, melainkan jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini kesulitan akses layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil.
Menurutnya, masih ada sejumlah ambulans dan ruas jalan yang belum tuntas sepenuhnya. Karena itu, program tersebut dipastikan berlanjut pada 2026.
“Belum semua selesai, tapi ini akan kita tuntaskan. Target kita jelas, pelayanan dasar harus benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Di bidang infrastruktur, Helmi–Mian memprioritaskan jalan-jalan penghubung antarwilayah yang selama ini rusak dan menghambat aktivitas ekonomi warga. Akses jalan ke desa dinilai menjadi kunci mempercepat perputaran ekonomi, terutama bagi petani dan pelaku UMKM.
Tak hanya fisik, Helmi–Mian juga menaruh perhatian besar pada persoalan sosial. Melalui Gerakan Senabung, berbagai aksi nyata digelar, mulai dari sedekah nasi bungkus, santunan anak yatim, hingga bantuan bagi para janda.
Gerakan ini, kata Helmi, bukan sekadar program pemerintah, melainkan ajakan kepada seluruh ASN untuk memiliki empati sosial.
“Kita ingin ASN ikut turun tangan. Pemerintah harus hadir saat rakyat susah,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, pasangan Helmi–Mian telah merealisasikan program BPJS Kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu. Program ini diharapkan memutus kekhawatiran warga saat harus berobat ke rumah sakit.
Sementara itu, upaya menekan pengangguran dilakukan melalui pembukaan lowongan kerja yang digelar di Balai Raya Semarak Bengkulu. Ribuan pencari kerja memadati kegiatan tersebut, menunjukkan besarnya kebutuhan lapangan kerja di Bengkulu.
Helmi menegaskan, capaian 2025 menjadi fondasi penting untuk 2026. Fokus ke depan adalah memperkuat program yang benar-benar bersentuhan langsung dengan rakyat.
“Yang tidak menyentuh rakyat, kita evaluasi,” tegasnya.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









