BENGKULUBAROMETER – Komitmen Kepolisian Republik Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali terlihat nyata. Kamis (8/1) pagi, Polri menggelar panen jagung serentak kuartal I tahun 2026 yang dilaksanakan secara nasional. Di Provinsi Bengkulu, kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Golf Kota Bengkulu dan diikuti secara virtual melalui Zoom Meeting.
Panen jagung serentak tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Mardiyono. Sejumlah jajaran kepolisian turut hadir, termasuk unsur pemerintah daerah. Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, hadir langsung mewakili Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Kapolda Bengkulu menjelaskan, kegiatan panen raya ini bukan sekadar seremonial. Program tersebut merupakan bagian dari langkah konkret Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Sebagian jajaran kami hari ini sudah melaksanakan panen. Ke depan masih ada lokasi lain yang akan menyusul, meskipun tidak dilakukan secara serentak. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menyukseskan program Presiden,” ujar Mardiyono.
Menurutnya, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bagian dari pendekatan humanis kepolisian. Selain menjaga keamanan, Polri juga ingin hadir sebagai solusi atas persoalan strategis bangsa, salah satunya ketahanan pangan.
Jagung dipilih karena merupakan salah satu komoditas strategis nasional. Selain menjadi bahan pangan, jagung juga menjadi bahan baku utama pakan ternak. Ketersediaan jagung yang cukup dinilai sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga pangan dan ekonomi masyarakat.
Di Bengkulu sendiri, pengembangan jagung terus didorong melalui pemanfaatan lahan tidur dan lahan produktif milik masyarakat. Polda Bengkulu melakukan pendampingan, mulai dari penanaman hingga panen, agar hasil yang diperoleh maksimal.
Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan keterlibatan berbagai pihak, petani tidak lagi berjalan sendiri, melainkan mendapat dukungan dari aparat dan pemerintah daerah.
Panen jagung serentak kuartal I 2026 ini menjadi penanda bahwa upaya swasembada pangan bukan sekadar wacana. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan ketahanan pangan nasional benar-benar terwujud.









