BENGKULUBAROMETER – Perum BULOG Kantor Wilayah Bengkulu mulai bergerak cepat memaksimalkan penyerapan gabah dan beras petani pada Musim Tanam (MT) I tahun 2026.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kestabilan harga di tingkat petani sekaligus memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Provinsi Bengkulu.
Upaya tersebut disampaikan langsung oleh Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bengkulu, Dody Syahrial, dalam siaran pers resmi yang diterima pada 12 Februari 2026 .
Menurut Dody, MT I menjadi momentum penting karena bertepatan dengan masa panen raya di sejumlah daerah. Pada periode ini, BULOG Bengkulu mendapatkan target penyerapan sekitar 3.100 ton setara beras.
“Ini adalah kesempatan strategis untuk memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah. Kami fokus mempercepat serapan gabah dan beras langsung dari petani maupun mitra penggilingan,” jelas Dody.
Sejauh ini, penyerapan telah dilakukan di Kabupaten Lebong, Bengkulu Tengah, dan sebagian Bengkulu Selatan . Sementara itu, wilayah Bengkulu Utara dan Mukomuko diperkirakan memasuki masa panen pada pertengahan Maret.
BULOG tidak hanya menunggu hasil panen masuk ke gudang. Mereka menerapkan sistem “jemput bola” dengan turun langsung ke sentra produksi padi. Tim lapangan aktif melakukan pemantauan agar pembelian berjalan cepat, transparan, dan sesuai standar kualitas .
Langkah ini bertujuan menjaga harga gabah di tingkat petani tetap stabil sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Dengan adanya kepastian harga, petani diharapkan tidak dirugikan saat panen raya yang biasanya membuat harga turun.
Selain fokus pada penyerapan, BULOG Bengkulu juga memastikan kesiapan gudang dan fasilitas penyimpanan. Stok yang kuat sejak awal tahun dinilai penting untuk mengantisipasi kebutuhan bantuan pangan maupun stabilisasi harga di pasaran .
Dody menegaskan, BULOG ingin terus hadir sebagai offtaker yang dapat diandalkan petani. Tidak hanya membeli hasil panen, tetapi juga menjaga ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan .
Dengan target 3.100 ton setara beras, BULOG Bengkulu optimistis stok beras di daerah akan tetap aman. Di tengah dinamika harga pangan nasional, penguatan stok lokal menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









