Bupati Bertemu Sultan, Jalan Rusak Kepahiang Akhirnya Masuk Agenda Nasional

- Jurnalis

Sabtu, 20 Desember 2025 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Pertemuan tiga tokoh kunci antara Ketua DPD RI Sultan B Najamudin, Bupati Kepahiang Zurdinata, dan Bupati Rejang Lebong HM Fikri Thobari, pertemuan itu berubah menjadi momentum strategis. Dalam hitungan dua hari, aspirasi pembangunan infrastruktur Rejang Lebong dan Kepahiang tidak lagi berhenti pada ruang audiensi, melainkan langsung dibawa ke meja rapat koordinasi lintas kementerian di Jakarta.

Pertemuan Kedua Bupati dan Ketua DPD RI  itu Pada Jumat, 18 hingga 19 Desember 2025, itu seperti langsung membuka pintu baru bagi dua kabupaten yang selama ini menumpuk daftar kebutuhan pembangunan. Sultan menggerakkan pola kerja yang ia sebut sebagai “jemput bola”, sebuah pendekatan yang ingin menghapus stigma daerah selalu menunggu keputusan pusat.

“Kalau bisa langsung dieksekusi, kenapa harus menunggu birokrasi berlarut? Kita telepon menteri, kita hubungkan, dan kita dorong agar aspirasi daerah itu mendapat perhatian,” ujar Sultan.

Gaya jemput bola itu, menurutnya, bukan lompatan prosedural, tapi akselerasi. DPD RI mengambil peran sebagai pendorong, sekaligus penjaga bahwa kebutuhan infrastrukur dasar daerah tidak sekadar menjadi narasi tanpa eksekusi.

Baca Juga :  Disnakertrans Seluma Imbau Calon Pekerja Migran Gunakan Jalur Resmi

Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI menjadwalkan rapat resmi pada Senin, 22 Desember 2025. Agenda ini membahas jalan rusak yang viral di Kepahiang, termasuk pembangunan jembatan, irigasi, hingga fasilitas dasar yang telah lama menjadi keluhan masyarakat Rejang Lebong.

Bagi publik Kepahiang, video jalan rusak itu menjadi pemantik. Namun bagi Sultan dan dua bupati, isu itu adalah teka-teki lama: bagaimana mempercepat prioritas pembangunan di tengah keterbatasan APBD.

Bupati Rejang Lebong HM Fikri Thobari menyebut pertemuan ini bukan seremoni. Ia mengungkap rasa puas sekaligus harapan.

“Alhamdulillah, apa yang kami sampaikan langsung direspons. Ini langkah nyata, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.

Menurut Fikri, pembangunan infrastruktur bukan kebutuhan birokrasi semata, tetapi persoalan ekonomi rakyat. Jalan, irigasi, dan jembatan adalah jalur distribusi pertanian, rantai pasok pasar, hingga akses wisata.

Ekonomi lokal Rejang Lebong bertumpu pada pertanian dan perkebunan. Namun selama ini, distribusi hasil panen sering tertahan karena akses jalan yang rusak. Irigasi yang tidak optimal memperlambat produktivitas pertanian.

Baca Juga :  SPMB di SMAN 5 Bengkulu Kembali Bermasalah, Dikbud: Skor Seharusnya Ditampilkan ke Publik

Di forum mendatang, DPD RI memastikan kehadiran kementerian teknis seperti PUPR, Bappenas, dan balai-balai terkait. Ini memberi isyarat bahwa diskusi tidak akan berhenti pada tataran wacana.

Menurut catatan, pola jemput bola pemerintah daerah tidak selalu berhasil. Banyak usulan berhenti di ruang presentasi tanpa keputusan konkret. Namun, kali ini berbeda. Rapat telah dijadwalkan, lembaga teknis telah dipanggil, dan kepala daerah dimiminta memaparkan paparan teknis.

Pemkab Rejang Lebong dan Kepahiang kini bersiap. Mereka membawa data kerusakan, kebutuhan anggaran, hingga peta prioritas pembangunan. Harapannya jelas yakni pembangunan infrastruktur dasar daerah masuk ke APBN melalui skema nasional.

Bagi warga dua kabupaten itu, jawaban tersebut tidak terletak pada meja rapat atau pidato pejabat. Jawabannya ada pada jalan yang tak lagi berlubang, jembatan yang bukan sekadar janji, dan irigasi yang mengalirkan hasil panen menjadi kesejahteraan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp7,93 Miliar di Dinas PUPR, Jadi Catatan di Balik Raihan WTP 
Bengkulu Pertahankan WTP ke-9 Berturut-turut, Helmi Hasan Pastikan Seluruh Temuan BPK Dituntaskan
Aksi Demo Nasional Ramai, Bengkulu Masih Sepi, Penggiat HAM Soroti Peran Mahasiswa
CV Mandiri Sejahtera Akan Hadirkan Hasil Perhitungan Bersama Latifa di Sidang Perdata
Polda Bengkulu Bongkar Praktik Jual Beli Batu Bara Ilegal, 3 Tersangka Terancam Denda Rp100 Miliar
Laporan Dugaan Izin PT RAA Berproses, Kejati Bengkulu Koordinasi dengan Kejagung dan Satgas PKH
Ustadz Kondang KH ES Mubarok Hadir di HUT Bengkulu Tengah, Masyarakat Diajak Ramaikan Istighotsah Akbar
Festival Tabut 2026 Resmi Dibuka, Helmi Hasan Ajak Jadikan Budaya Motor Penggerak Ekonomi Bengkulu
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:54 WIB

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp7,93 Miliar di Dinas PUPR, Jadi Catatan di Balik Raihan WTP 

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:17 WIB

Bengkulu Pertahankan WTP ke-9 Berturut-turut, Helmi Hasan Pastikan Seluruh Temuan BPK Dituntaskan

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:26 WIB

Aksi Demo Nasional Ramai, Bengkulu Masih Sepi, Penggiat HAM Soroti Peran Mahasiswa

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:53 WIB

CV Mandiri Sejahtera Akan Hadirkan Hasil Perhitungan Bersama Latifa di Sidang Perdata

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:38 WIB

Polda Bengkulu Bongkar Praktik Jual Beli Batu Bara Ilegal, 3 Tersangka Terancam Denda Rp100 Miliar

Berita Terbaru