BENGKULUBAROMETER – Komitmen terhadap tanggung jawab sosial kembali ditunjukkan PT Sandabi Indah Lestari (SIL) Grup melalui penyaluran zakat mal tahun 1447 Hijriah/2026. Perusahaan perkebunan tersebut menyalurkan zakat dengan total nilai mencapai Rp283,7 juta kepada 2.837 penerima yang tersebar di 73 desa penyangga dan tenaga borongan (Tenaga Panen).
Program ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan perusahaan tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Manager HRDGA PT SIL Grup, Mhd Ridho Andrian, menegaskan bahwa zakat mal merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.
“Zakat ini bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekitar dan para pekerja. Kami ingin memastikan keberadaan PT SIL Grup benar-benar memberikan manfaat nyata,” ujar Ridho.
Berdasarkan data rekapitulasi, zakat tersebut disalurkan kepada dua kelompok utama, yakni masyarakat desa penyangga dan tenaga kerja borongan. Untuk masyarakat sekitar, jumlah penerima mencapai 2.177 orang dengan total nilai Rp217,7 juta. Sementara itu, tenaga borongan sebanyak 660 orang menerima zakat senilai Rp66 juta.
Jika dirinci berdasarkan wilayah operasional, distribusi zakat tersebar di beberapa unit kebun dan pabrik, antara lain Kebun PT Bio, Kebun LBB, Kebun Ketahun, Kebun Seluma, hingga PKS K3. Kebun LBB menjadi wilayah dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 1.031 orang dengan total zakat mencapai Rp103,1 juta.
Program zakat ini dinilai tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi penguat hubungan sosial antara perusahaan dan lingkungan sekitar.
Ridho menambahkan, penyaluran zakat dilakukan secara terstruktur dan transparan agar tepat sasaran. Perusahaan memastikan bahwa penerima merupakan pihak yang benar-benar membutuhkan, baik dari kalangan masyarakat desa penyangga maupun tenaga kerja yang terlibat langsung dalam operasional perusahaan.
“Kami ingin zakat ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, proses pendataan dilakukan secara cermat agar tepat sasaran,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin perusahaan setiap tahun, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Momentum tersebut dipilih karena dinilai tepat untuk memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
Tidak hanya itu, zakat juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan keberlanjutan sosial (social sustainability). Dengan menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar, perusahaan berharap operasional dapat berjalan kondusif dan berkelanjutan.
Di sisi lain, masyarakat penerima zakat menyambut baik program tersebut. Bantuan yang diberikan dinilai sangat membantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan menjelang hari raya.
Kehadiran PT SIL Grup melalui program zakat mal ini sekaligus mempertegas peran perusahaan sebagai mitra pembangunan di daerah. Tidak hanya membuka lapangan kerja, perusahaan juga aktif dalam kegiatan sosial yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









