BENGKULUBAROMETER – DPRD Provinsi Bengkulu memastikan tidak akan tinggal diam terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Sejumlah kebutuhan penting yang selama ini menjadi harapan warga mulai diprioritaskan untuk diperjuangkan, terutama di sektor infrastruktur, pertanian, dan pendidikan.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain menegaskan, hasil kunjungan kerja ke Pulau Enggano beberapa waktu lalu menemukan banyak kebutuhan mendesak yang harus segera ditindaklanjuti pemerintah.
Menurut Teuku, persoalan utama yang saat ini menjadi perhatian adalah pembangunan irigasi untuk mendukung areal persawahan hasil cetak sawah baru di wilayah tersebut.
“Pulau Enggano memiliki potensi pertanian yang sangat besar. Namun sampai sekarang masih terkendala irigasi. Padahal sumber air bakunya sudah tersedia,” ujar Teuku, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, dari enam desa di Pulau Enggano, wilayah dengan areal persawahan paling luas berada di Desa Kahyapu dengan luas mencapai sekitar 200 hektare. Namun lahan tersebut belum bisa dimanfaatkan secara maksimal karena belum adanya jaringan irigasi yang memadai.
Selain irigasi, DPRD juga menerima banyak keluhan masyarakat terkait kondisi jalan dan jembatan menuju kawasan transmigrasi. Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting untuk memperlancar aktivitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses pelayanan dasar masyarakat.
“Jalan dan jembatan juga menjadi kebutuhan mendesak masyarakat. Karena akses itu sangat menentukan pergerakan ekonomi warga di Enggano,” kata Teuku.
Tak hanya sektor pertanian dan infrastruktur, kebutuhan pendidikan juga menjadi perhatian serius DPRD Provinsi Bengkulu. Salah satunya terkait kekurangan ruang belajar di SMAN 6 Enggano.
Teuku menyebut, sekolah tersebut membutuhkan tambahan tiga ruang kelas baru karena jumlah siswa terus meningkat setiap tahunnya. Selain itu, para tenaga pendidik juga membutuhkan fasilitas tempat tinggal berupa lima unit mess guru.
“Kita juga menerima aspirasi soal kebutuhan ruang belajar dan mess guru. Ini penting agar proses pendidikan di Enggano bisa berjalan lebih maksimal,” jelasnya.
DPRD Provinsi Bengkulu, lanjut Teuku, telah melaporkan seluruh hasil aspirasi masyarakat tersebut kepada Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan. Saat ini pemerintah daerah bersama DPRD tengah menyusun langkah agar berbagai kebutuhan masyarakat Enggano bisa segera direalisasikan.
Salah satu strategi yang dipersiapkan yakni mengusulkan pembangunan tersebut kepada pemerintah pusat. Mengingat Pulau Enggano merupakan salah satu pulau terdepan Indonesia yang memiliki posisi strategis.
“Karena Enggano merupakan pulau terdepan Indonesia, tentu ada peluang besar untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat,” ungkap Teuku.
Ia juga menyinggung perhatian dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang sebelumnya menilai pembangunan irigasi untuk mendukung optimalisasi lahan persawahan harus menjadi prioritas pemerintah daerah.
Menurut Teuku, pernyataan tersebut menjadi peluang besar bagi Bengkulu untuk memperjuangkan pembangunan irigasi di Pulau Enggano melalui anggaran pusat.
“Tentu ini menjadi peluang yang akan kita perjuangkan. Harapan masyarakat soal irigasi harus bisa terealisasi,” tegasnya.
Selain mengusulkan bantuan pusat, DPRD juga membuka kemungkinan penganggaran melalui APBD Provinsi Bengkulu. Namun pelaksanaannya tetap akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Yang jelas, sektor pertanian terutama irigasi menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan daerah,” tambahnya.
Teuku memastikan DPRD Provinsi Bengkulu akan terus mengawal seluruh aspirasi masyarakat Enggano agar tidak hanya menjadi wacana semata.
“Target kita jelas, apa yang menjadi harapan masyarakat Enggano harus bisa direalisasikan,” tutupnya.
Penulis : Windi junius
Editor : Redaksi









