TPID Bengkulu Raih Peringkat Kedua se-Sumatera dalam Pengendalian Inflasi

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu meraih peringkat kedua se-Sumatera. Pemerintah daerah memperkuat kapasitas TPID untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi pangan.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu meraih peringkat kedua se-Sumatera. Pemerintah daerah memperkuat kapasitas TPID untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi pangan.

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu mencatatkan capaian penting dalam pengendalian inflasi. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu berhasil meraih peringkat kedua dari sepuluh provinsi di Pulau Sumatera dalam kinerja pengendalian inflasi.

Capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan Capacity Building TPID Provinsi Bengkulu yang digelar di Hotel Santika Bengkulu, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Pelaporan One Page Summary dan Program Unggulan TPID se-Provinsi Bengkulu” dan dihadiri oleh TPID kabupaten dan kota se-Bengkulu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, memberikan apresiasi atas prestasi tersebut. Ia menyebut peringkat kedua ini sebagai bukti bahwa Bengkulu berada pada jalur yang tepat dalam menjaga stabilitas harga.

“Selamat atas capaian TPID Provinsi Bengkulu yang menempati peringkat kedua se-Sumatera. Ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian inflasi yang dilakukan sudah berjalan dengan baik,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, penghargaan ini tidak sekadar menjadi simbol prestasi, tetapi juga menjadi pengakuan atas kerja keras seluruh unsur TPID yang selama ini aktif memantau harga, menjaga pasokan, serta mengendalikan distribusi bahan pokok.

Baca Juga :  DPRD Kota Bengkulu Turun Tangan Cari Solusi Polemik Pembongkaran Saung Pantai Panjang

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut harus menjadi pijakan untuk bekerja lebih baik ke depan. Tantangan inflasi akan terus berubah, terutama pada sektor pangan yang sangat dipengaruhi oleh cuaca dan distribusi.

“Kinerja yang baik hari ini harus ditingkatkan lagi. Inflasi yang terkendali akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan,” katanya.

Sementara itu Pj Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, menyampaikan bahwa hingga akhir tahun 2025, inflasi Bengkulu masih terjaga dalam batas aman. Inflasi Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 2,77 persen secara tahunan (year on year), masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 1,5 hingga 3,5 persen.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas harga di Bengkulu masih terjaga dengan baik,” ujar Herwan.

Ia menjelaskan bahwa pengendalian inflasi yang baik ikut didukung oleh perbaikan konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. Pada triwulan III tahun 2025, ekonomi Bengkulu tumbuh sebesar 4,56 persen.

Baca Juga :  Pemkab Bengkulu Tengah Dorong Kerja Sama Pendidikan Pesantren untuk Penguatan SDM

Herwan menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja bersama seluruh unsur TPID, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Seluruh pihak menjalankan peran masing-masing sesuai dengan kerangka kerja 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Melalui kegiatan capacity building ini, TPID kabupaten dan kota diharapkan dapat menyerap praktik-praktik terbaik dari para narasumber. Dengan demikian, kebijakan pengendalian inflasi dapat dijalankan lebih terarah dan terukur.

“Kami ingin keberhasilan ini tidak hanya dirasakan di tingkat provinsi, tetapi juga sampai ke kabupaten dan kota,” kata Herwan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas harga tetap terjaga di masa mendatang.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Warga Sidodadi Kepahiang Geram, Tiang PLN Berdiri 15 Tahun Tapi Kabel Masih Semrawut dan Membahayakan
Atlet Menembak Muda Asal Kepahiang Mewakili Bengkulu ke Pra-PON dan PON 2028.
Residivis 9 Kali Kembali Beraksi, Diduga Pelaku Diringkus Hanya 5 Jam Setelah Beraksi
Pedagang Pantai Panjang Bengkulu Minta Ganti Rugi hingga Rp80 Juta, DPRD Minta Penertiban Jangan Gegabah
Naiknya Nilai Tukar Dolar, Berdampak Dengan Properti Rumah Subsidi
Vonis Berat Korupsi PHL Perumda Tirta Hidayah, Samsu Bahari Dibebani Uang Pengganti Rp10,8 Miliar
STuEB Kritik Sistem Kelistrikan Terpusat, Blackout Sumatera Dinilai Bukti Lemahnya Energi Fosil
Kejati Bengkulu Lawan Vonis Bebas Korupsi Tol, Kasasi Resmi Diajukan ke Mahkamah Agung
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:41 WIB

Warga Sidodadi Kepahiang Geram, Tiang PLN Berdiri 15 Tahun Tapi Kabel Masih Semrawut dan Membahayakan

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:27 WIB

Atlet Menembak Muda Asal Kepahiang Mewakili Bengkulu ke Pra-PON dan PON 2028.

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:37 WIB

Residivis 9 Kali Kembali Beraksi, Diduga Pelaku Diringkus Hanya 5 Jam Setelah Beraksi

Senin, 25 Mei 2026 - 21:18 WIB

Pedagang Pantai Panjang Bengkulu Minta Ganti Rugi hingga Rp80 Juta, DPRD Minta Penertiban Jangan Gegabah

Senin, 25 Mei 2026 - 21:10 WIB

Naiknya Nilai Tukar Dolar, Berdampak Dengan Properti Rumah Subsidi

Berita Terbaru