Pemkab Lebong dan TNI-Polri Kompak Bersihkan Sisa Banjir, Warga Bingin Kuning Mulai Bangkit

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemkab Lebong bersama TNI-Polri kembali menggelar gotong royong pasca banjir di Bingin Kuning untuk mempercepat pemulihan lingkungan dan membantu masyarakat terdampak.

Pemkab Lebong bersama TNI-Polri kembali menggelar gotong royong pasca banjir di Bingin Kuning untuk mempercepat pemulihan lingkungan dan membantu masyarakat terdampak.

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Kabupaten Lebong bersama TNI-Polri kembali turun langsung membantu masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Bingin Kuning. Rabu (13/05/2026), kerja bakti dan gotong royong digelar di Desa Pelabuhan Talang Leak sebagai upaya mempercepat pemulihan lingkungan pasca banjir yang sempat merendam permukiman warga.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah bersama aparat keamanan terhadap kondisi masyarakat yang masih berjuang membersihkan rumah dan lingkungan dari sisa lumpur banjir.

Sejak pagi, personel gabungan terlihat bahu-membahu bersama warga membersihkan saluran drainase, mengangkat lumpur, membersihkan selokan, hingga mengangkut tumpukan sampah yang terbawa arus banjir. Peralatan manual hingga kendaraan operasional juga diterjunkan untuk mempercepat proses pembersihan.

Kegiatan gotong royong ini dipimpin langsung oleh Bupati Lebong H. Azhari, SH, MH bersama Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani, SH, SIK. Turut hadir Pabung Kodim 0409/Rejang Lebong Kapten Inf Efrizal, seluruh kepala OPD Pemkab Lebong, Camat Bingin Kuning, Kepala Desa Pelabuhan Talang Leak, personel Damkar, personel Kodim 0409 RL, personel Sat Samapta Polres Lebong, hingga masyarakat sekitar.

Bupati Lebong H. Azhari mengatakan pemerintah daerah akan terus hadir membantu masyarakat sampai kondisi lingkungan kembali normal. Menurutnya, penanganan pasca banjir tidak bisa dilakukan sendiri, namun membutuhkan kerja sama seluruh pihak.

Baca Juga :  Kejati Bengkulu Geledah 8 Lokasi di 3 Provinsi, Dugaan Korupsi Proyek PLN PLTA Musi Menguat

“Pemerintah daerah bersama TNI-Polri akan terus mendampingi masyarakat. Kita ingin proses pemulihan ini berjalan cepat agar aktivitas warga kembali normal,” ujar Azhari.

Sementara itu, Kapolres Lebong AKBP Agoeng Ramadhani menegaskan bahwa sinergitas antarinstansi menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana alam. Menurutnya, kehadiran aparat di tengah masyarakat bukan hanya untuk pengamanan, tetapi juga membantu masyarakat secara langsung.

“Kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap masyarakat terdampak banjir. Dengan kebersamaan dan kekompakan seluruh unsur, diharapkan proses pemulihan lingkungan dapat berjalan lebih cepat,” sampai Kapolres.

Kegiatan kerja bakti ini merupakan kali kedua dilakukan setelah banjir melanda wilayah tersebut. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan menilai pembersihan lingkungan harus dilakukan secara bertahap mengingat masih banyak material lumpur yang menumpuk di sekitar permukiman warga.

Selain membersihkan lingkungan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar menjaga kebersihan pasca banjir. Hal ini penting untuk mencegah munculnya penyakit seperti diare, gatal-gatal, hingga infeksi saluran pernapasan akibat lingkungan yang kotor dan lembab.

Baca Juga :  Mesin Tempel untuk Nelayan: Upaya Pemkab Kaur Menjaga Nadi Ekonomi Pesisir

Warga Desa Pelabuhan Talang Leak mengaku terbantu dengan kehadiran pemerintah daerah bersama TNI-Polri. Mereka menilai gotong royong tersebut mampu mempercepat proses pembersihan rumah dan lingkungan yang sebelumnya dipenuhi lumpur.

“Kalau bersihkan sendiri tentu berat. Dengan adanya bantuan dari pemerintah dan aparat, pekerjaan jadi lebih cepat selesai,” ujar salah seorang warga.

Kehadiran aparat gabungan di tengah masyarakat juga dinilai mampu membangkitkan semangat warga yang sebelumnya sempat merasa khawatir akibat dampak banjir. Kebersamaan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat terlihat kuat selama kegiatan berlangsung.

Banjir yang melanda wilayah Bingin Kuning beberapa waktu lalu memang meninggalkan dampak cukup besar bagi masyarakat. Selain menggenangi rumah warga, banjir juga menyebabkan saluran drainase tersumbat lumpur dan sampah.

Karena itu, Pemkab Lebong memastikan penanganan pasca banjir akan terus dilakukan hingga kondisi lingkungan benar-benar bersih dan aman ditempati masyarakat.

Melalui kegiatan gotong royong ini, pemerintah daerah berharap semangat kebersamaan masyarakat tetap terjaga. Selain mempercepat pemulihan lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi simbol kuat bahwa penanganan bencana harus dilakukan bersama-sama.

Penulis : Windi junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru