Anak Yatim Piatu Berjuang Lawan Hidrosefalus dan Tumor Otak, Butuh Bantuan untuk Berobat ke Jakarta

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Di usianya yang baru 15 tahun, Renaldo Harto harus menghadapi cobaan hidup yang tidak ringan. Remaja asal Desa Tanjung Kemuning I, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur itu saat ini tengah berjuang melawan dua penyakit serius sekaligus, yakni hidrosefalus dan tumor otak.

Renaldo yang telah menjadi yatim piatu sejak masih kecil kini hidup bersama neneknya dalam kondisi ekonomi yang sangat sederhana. Di tengah keterbatasan tersebut, ia harus menjalani pengobatan intensif demi mempertahankan kesehatannya.

Menurut keterangan tetangganya, Sevticha, kondisi Renaldo saat ini membutuhkan perhatian dan bantuan dari banyak pihak. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit beberapa waktu lalu dan sempat diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik, penyakit yang dideritanya kembali kambuh.

Akibat kondisi tersebut, Renaldo kembali menjalani perawatan di RSUD M. Yunus Bengkulu. Bahkan, tim medis telah merujuknya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta karena penyakit yang dideritanya membutuhkan penanganan medis yang lebih lengkap.

Baca Juga :  67,91 Persen Kendaraan Menunggak Pajak, Wagub Mian Tegaskan Pemda Genjot Pajak Kendaraan

Namun, harapan untuk mendapatkan pengobatan terbaik itu terbentur persoalan biaya. Keluarga yang selama ini merawat Renaldo mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan selama proses pengobatan, terutama biaya pendampingan dan kebutuhan lainnya saat menjalani perawatan di Jakarta.

“Renaldo ini anak yatim piatu sejak kecil. Dia tinggal bersama neneknya yang kondisinya juga sederhana. Sekarang harus dirujuk ke Jakarta, tetapi terkendala biaya. Kami berharap ada bantuan dari para dermawan yang tergerak untuk membantu,” ujar Sevticha.

Perjuangan Renaldo tidak hanya menghadapi rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya, tetapi juga harus berjuang melawan keterbatasan ekonomi. Kondisi tersebut membuat warga sekitar ikut prihatin dan berharap ada perhatian dari pemerintah, komunitas sosial, maupun masyarakat luas.

Baca Juga :  Harga Sapi Kurban di Bengkulu Naik, Penjual Akui Biaya Pemeliharaan Ikut Membengkak

Hidrosefalus merupakan kondisi penumpukan cairan di dalam rongga otak yang dapat menyebabkan tekanan pada jaringan otak. Sementara tumor otak merupakan penyakit yang membutuhkan penanganan serius dan pengawasan medis secara berkelanjutan.

Meski harus menghadapi berbagai keterbatasan, Renaldo tetap berusaha bertahan dan menjalani proses pengobatan. Dukungan moral maupun bantuan dari para dermawan sangat diharapkan agar proses pengobatan ke Jakarta dapat berjalan lancar.

Warga sekitar berharap kisah perjuangan Renaldo dapat menggugah kepedulian masyarakat. Bantuan sekecil apa pun dinilai sangat berarti untuk membantu meringankan beban yang saat ini ditanggung oleh Renaldi dan neneknya.

“Harapan kami hanya satu, semoga ada jalan agar Renaldi bisa mendapatkan pengobatan terbaik dan kembali sehat seperti anak-anak seusianya,” tutup Sevticha.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Jurnalis Bengkulu Gelar Aksi Solidaritas, Desak Basarnas Perpanjang Pencarian Lima Wartawan Hilang di Selat Sunda
Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
Berita ini 195 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

Jurnalis Bengkulu Gelar Aksi Solidaritas, Desak Basarnas Perpanjang Pencarian Lima Wartawan Hilang di Selat Sunda

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku

Berita Terbaru