Anak Yatim Piatu Berjuang Lawan Hidrosefalus dan Tumor Otak, Butuh Bantuan untuk Berobat ke Jakarta

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Di usianya yang baru 15 tahun, Renaldo Harto harus menghadapi cobaan hidup yang tidak ringan. Remaja asal Desa Tanjung Kemuning I, Kecamatan Tanjung Kemuning, Kabupaten Kaur itu saat ini tengah berjuang melawan dua penyakit serius sekaligus, yakni hidrosefalus dan tumor otak.

Renaldo yang telah menjadi yatim piatu sejak masih kecil kini hidup bersama neneknya dalam kondisi ekonomi yang sangat sederhana. Di tengah keterbatasan tersebut, ia harus menjalani pengobatan intensif demi mempertahankan kesehatannya.

Menurut keterangan tetangganya, Sevticha, kondisi Renaldo saat ini membutuhkan perhatian dan bantuan dari banyak pihak. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit beberapa waktu lalu dan sempat diperbolehkan pulang karena kondisi kesehatannya membaik, penyakit yang dideritanya kembali kambuh.

Akibat kondisi tersebut, Renaldo kembali menjalani perawatan di RSUD M. Yunus Bengkulu. Bahkan, tim medis telah merujuknya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta karena penyakit yang dideritanya membutuhkan penanganan medis yang lebih lengkap.

Baca Juga :  Hutama Karya Buka Peluang Lebar untuk UMKM di Rest Area Tol Bengkulu–Taba

Namun, harapan untuk mendapatkan pengobatan terbaik itu terbentur persoalan biaya. Keluarga yang selama ini merawat Renaldo mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan selama proses pengobatan, terutama biaya pendampingan dan kebutuhan lainnya saat menjalani perawatan di Jakarta.

“Renaldo ini anak yatim piatu sejak kecil. Dia tinggal bersama neneknya yang kondisinya juga sederhana. Sekarang harus dirujuk ke Jakarta, tetapi terkendala biaya. Kami berharap ada bantuan dari para dermawan yang tergerak untuk membantu,” ujar Sevticha.

Perjuangan Renaldo tidak hanya menghadapi rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya, tetapi juga harus berjuang melawan keterbatasan ekonomi. Kondisi tersebut membuat warga sekitar ikut prihatin dan berharap ada perhatian dari pemerintah, komunitas sosial, maupun masyarakat luas.

Baca Juga :  Teuku Zulkarnain Turun Langsung ke Lokasi Abrasi Pondok Kelapa, Tegaskan Negara Hadir Lindungi Warga

Hidrosefalus merupakan kondisi penumpukan cairan di dalam rongga otak yang dapat menyebabkan tekanan pada jaringan otak. Sementara tumor otak merupakan penyakit yang membutuhkan penanganan serius dan pengawasan medis secara berkelanjutan.

Meski harus menghadapi berbagai keterbatasan, Renaldo tetap berusaha bertahan dan menjalani proses pengobatan. Dukungan moral maupun bantuan dari para dermawan sangat diharapkan agar proses pengobatan ke Jakarta dapat berjalan lancar.

Warga sekitar berharap kisah perjuangan Renaldo dapat menggugah kepedulian masyarakat. Bantuan sekecil apa pun dinilai sangat berarti untuk membantu meringankan beban yang saat ini ditanggung oleh Renaldi dan neneknya.

“Harapan kami hanya satu, semoga ada jalan agar Renaldi bisa mendapatkan pengobatan terbaik dan kembali sehat seperti anak-anak seusianya,” tutup Sevticha.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp7,93 Miliar di Dinas PUPR, Jadi Catatan di Balik Raihan WTP 
Bengkulu Pertahankan WTP ke-9 Berturut-turut, Helmi Hasan Pastikan Seluruh Temuan BPK Dituntaskan
Aksi Demo Nasional Ramai, Bengkulu Masih Sepi, Penggiat HAM Soroti Peran Mahasiswa
CV Mandiri Sejahtera Akan Hadirkan Hasil Perhitungan Bersama Latifa di Sidang Perdata
Polda Bengkulu Bongkar Praktik Jual Beli Batu Bara Ilegal, 3 Tersangka Terancam Denda Rp100 Miliar
Laporan Dugaan Izin PT RAA Berproses, Kejati Bengkulu Koordinasi dengan Kejagung dan Satgas PKH
Ustadz Kondang KH ES Mubarok Hadir di HUT Bengkulu Tengah, Masyarakat Diajak Ramaikan Istighotsah Akbar
Festival Tabut 2026 Resmi Dibuka, Helmi Hasan Ajak Jadikan Budaya Motor Penggerak Ekonomi Bengkulu
Berita ini 186 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:54 WIB

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp7,93 Miliar di Dinas PUPR, Jadi Catatan di Balik Raihan WTP 

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:17 WIB

Bengkulu Pertahankan WTP ke-9 Berturut-turut, Helmi Hasan Pastikan Seluruh Temuan BPK Dituntaskan

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:26 WIB

Aksi Demo Nasional Ramai, Bengkulu Masih Sepi, Penggiat HAM Soroti Peran Mahasiswa

Kamis, 18 Juni 2026 - 00:53 WIB

CV Mandiri Sejahtera Akan Hadirkan Hasil Perhitungan Bersama Latifa di Sidang Perdata

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:38 WIB

Polda Bengkulu Bongkar Praktik Jual Beli Batu Bara Ilegal, 3 Tersangka Terancam Denda Rp100 Miliar

Berita Terbaru