BENGKULUBAROMETER – PT Hutama Karya (HK) terus mencari cara agar rest area di ruas Tol Bengkulu–Taba Penanjung (Bengtaba) bisa lebih hidup. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuka peluang seluas-luasnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengisi tenant yang masih kosong.
Upaya ini dilakukan karena tingkat keterisian tenant di rest area tersebut masih sangat rendah. Dari total 34 unit yang tersedia di rest area KM 5 A dan B, saat ini baru tiga unit yang terisi.
Kepala Regional Sumbagsel PT Hutama Karya Divisi Operasi dan Pemeliharaan, Arief Yeri Krisnanto, mengatakan kondisi ini justru menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
“Masih sangat terbuka peluang bagi UMKM untuk bergabung. Saat ini tingkat okupansinya memang masih rendah,” ujar Arief saat kegiatan gathering bersama media di Bengkulu, Sabtu 18 April 2026.
Untuk menarik minat pelaku usaha, Hutama Karya menawarkan tarif sewa yang relatif terjangkau, yakni sekitar Rp900 ribu per bulan. Bahkan, perusahaan juga memberikan berbagai kemudahan tambahan.
“Kalau ada yang berminat, kita bisa beri diskon sewa. Sebelumnya bahkan sempat ada potongan hingga 50 persen untuk periode tertentu,” jelasnya.
Menurut Arief, kebijakan ini merupakan bentuk dukungan HK terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya UMKM di Bengkulu. Dengan hadirnya berbagai usaha di rest area, diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi baru di sepanjang jalur tol.
Di sisi lain, kondisi lalu lintas di ruas Tol Bengtaba sebenarnya menunjukkan tren positif. Volume kendaraan tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Puncak lalu lintas terjadi pada 24 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan mencapai 5.893 unit per hari. Angka ini menunjukkan bahwa mobilitas di jalur tersebut cukup tinggi.
Namun, tingginya volume kendaraan tersebut belum sejalan dengan jumlah pengguna yang singgah di rest area. Saat ini, rata-rata hanya sekitar 70 kendaraan per hari yang berhenti.
“Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Artinya, kita harus membuat rest area ini lebih menarik agar pengguna tol mau singgah,” kata Arief.
Ia menilai kehadiran UMKM dengan berbagai produk lokal bisa menjadi daya tarik utama. Mulai dari kuliner khas Bengkulu hingga produk kerajinan tangan diharapkan mampu menarik minat pengguna jalan tol untuk beristirahat.
“Kalau pilihan usahanya banyak dan menarik, tentu pengguna jalan akan lebih tertarik untuk mampir,” tambahnya.
Ruas Tol Bengkulu–Taba Penanjung sendiri memiliki panjang sekitar 17 kilometer dan merupakan bagian dari pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera di wilayah Bengkulu.
Keberadaan tol ini diharapkan dapat mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Meski demikian, untuk kelanjutan pembangunan tol hingga Lubuklinggau, pihak Hutama Karya belum bisa memastikan jadwalnya.
“Untuk tahun ini, sepengetahuan kami belum ada rencana lanjutan. Tapi kami tetap optimistis ke depan proyek ini bisa dilanjutkan,” ujar Arief.
Ia menambahkan, kelanjutan proyek tersebut sangat bergantung pada keputusan pemerintah pusat serta dukungan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam meyakinkan pihak terkait.
Penulis : Windi junius
Editor : Redaksi









