BENGKULUBAROMETER – Ketersediaan beras di Provinsi Bengkulu dipastikan masih dalam kondisi aman. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu menyebut stok yang tersedia saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua minggu ke depan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bengkulu, Desman Siboro, SH, mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, terdapat sekitar 7.800 ton stok beras yang siap disalurkan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah, untuk dua minggu ke depan ketersediaan beras kita ready. Dari hasil pantauan kita, saat ini sudah ada sekitar 7.800 ton stok beras yang siap untuk dua minggu ke depan,” kata Desman, Kamis (23/07/2026).
Menurutnya, pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan distribusi bahan kebutuhan pokok agar tidak terjadi gangguan pasokan di tengah masyarakat.
Selain memastikan stok mencukupi, Disperindag juga memastikan harga beras masih terkendali. Meski terjadi sedikit perubahan harga di tingkat pasar, kenaikan tersebut masih dalam batas wajar.
“Kalau harga masih normal, walaupun ada sedikit kenaikan, itu paling hanya di angka Rp100 sampai Rp200 dari harga biasa,” ujar Desman.
Ia menjelaskan, harga beras premium atau non-subsidi saat ini berada di kisaran Rp14 ribu per kilogram. Sedangkan beras subsidi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual dengan harga sekitar Rp12 ribu hingga Rp13.100 per kilogram.
“Harga ini masih normal,” tuturnya.
Desman meminta masyarakat tidak perlu khawatir maupun panik terkait ketersediaan beras. Ia memastikan distribusi beras ke Bengkulu tetap berjalan lancar dan pasokan akan terus ditambah secara berkala.
” Per dua minggu barang akan masuk terus. Jadi, kita selalu mengantisipasi kebutuhan untuk minggu-minggu ke depannya. Kita pastikan semua kebutuhan pokok tetap normal dan ready,” tutup Desman.









