ALISHTER Bersama Dinas Pertanian Latih Petani Mukomuko Gunakan Pestisida Terbatas

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ALISHTER menggelar pelatihan penggunaan pestisida terbatas bagi petani di Mukomuko. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani.

ALISHTER menggelar pelatihan penggunaan pestisida terbatas bagi petani di Mukomuko. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani.

BENGKULUBAROMETER – Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER) kembali menggelar pelatihan bagi petani guna meningkatkan pemahaman tentang penggunaan pestisida terbatas yang aman dan sesuai aturan. Kegiatan bertajuk Training of Users (ToU) dengan metode Model Class itu berlangsung di Aula Kantor Desa Lubuk Mukti, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Selasa, 28 Juli 2026.

Pelatihan yang dimulai pukul 08.00 hingga 14.30 WIB tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi komitmen ALISHTER yang terus memberikan edukasi kepada petani melalui pelatihan penggunaan pestisida yang bertanggung jawab.

Menurut Hari Mustaman, peningkatan kapasitas petani menjadi salah satu fokus Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko. Ia menilai pelatihan seperti ini penting agar petani memahami cara menggunakan pestisida secara benar sehingga mampu menekan risiko terhadap kesehatan maupun lingkungan tanpa mengurangi produktivitas pertanian.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Kirim Sapi Kurban Bobot 1,1 Ton, Masjid Al-Ansor Jadi Penerima

“Melalui pelatihan ini kami berharap petani semakin memahami penggunaan pestisida yang benar dan bertanggung jawab. Dengan begitu, risiko akibat penggunaan pestisida dapat diminimalkan, sementara hasil pertanian tetap optimal,” ujarnya.

ALISHTER menggelar pelatihan penggunaan pestisida terbatas bagi petani di Mukomuko. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani agar menggunakan pestisida secara aman, efektif, dan sesuai aturan.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab ALISHTER sebagai aliansi perusahaan produsen herbisida terbatas, khususnya yang mengandung bahan aktif parakuat diklorida.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai regulasi penggunaan pestisida, pemahaman label produk, hingga tata cara penyimpanan dan penanganan limbah pestisida yang disampaikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko. Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko turut memberikan materi mengenai pencegahan keracunan pestisida serta langkah pertolongan pertama dalam kondisi darurat.

Sementara itu, tim ALISHTER memberikan pembekalan teori dan praktik mengenai pemeliharaan alat semprot (sprayer), kalibrasi, hingga teknik penyemprotan yang aman dan efektif agar penggunaan pestisida di lapangan lebih tepat sasaran.

Baca Juga :  Kapolri Sampaikan Keluhan dan Harapan Petani Langsung ke Presiden Prabowo

Pada awal kegiatan, Ketua Umum ALISHTER menyerahkan secara simbolis buku berjudul Di Balik Label Jingga: Risiko, Manfaat, dan Politik Pengaturan Herbisida Parakuat kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi penggunaan pestisida.

Sebagai bentuk pengakuan atas keikutsertaan peserta, ALISHTER juga menyerahkan Surat Keterangan Pelatihan yang ditandatangani Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko sesuai amanat Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019. Kegiatan ditutup dengan pembagian doorprize kepada peserta yang aktif selama pelatihan.

Melalui program ini, ALISHTER berharap semakin banyak petani yang memahami penggunaan pestisida terbatas secara aman, efektif, dan sesuai ketentuan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus menjaga kesehatan petani dan kelestarian lingkungan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan
Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat
HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 
Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah. HIPKA Gelar Forum Bisnis dan Pelantikan Pengurus Baru
Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern
Pemkot, Polda dan REI Gotong Royong Bangun Rumah Guru Ngaji Korban Kebakaran
Destita Khairilisani: Sekolah Rakyat Kaur Wujud Pemerataan Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Berkas Perkara Investasi Bodong Yeyen Alias Cek Oboy Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 3 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Hujan Lebat Rendam Permukiman dan SDN 32 Kota Bengkulu, Warga Keluhkan Drainase Tersumbat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 18:59 WIB

HIPKA Bengkulu Dorong Lahirnya Pengusaha Muda, Perkuat Kolaborasi Untuk Kemajuan Bengkulu 

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:56 WIB

Majalah Barometer Resmi Terbit, Hadirkan Semangat Baru Jurnalisme Berkualitas

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

Berita Terbaru