Bengkulu Kejar Lonjakan Produksi Beras, 8.214 Hektar Sawah Masuk Program Pertanian Modern

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai mengakselerasi transformasi sektor pertanian melalui program Padi Model Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS). Program ini ditargetkan menjangkau 8.214 hektar lahan sawah yang tersebar di sembilan kabupaten dengan tujuan meningkatkan produktivitas padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) PM-AAS di Balai Raya Semarak Bengkulu, Kamis, 30 Juli 2026. Menurut Mian, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pengawalan langsung di lapangan oleh pemerintah kabupaten dan kota.

“Kabupaten dan kota harus turun langsung ke lapangan, bukan hanya bekerja dari balik meja. Program ini harus dikawal secara optimal karena dirancang untuk meningkatkan produksi padi secara signifikan, bahkan berpotensi melipatgandakan hasil panen per hektar,” kata Mian.

Melalui PM-AAS, pemerintah akan mengintegrasikan berbagai pendekatan modern dalam budidaya padi. Mulai dari penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan lahan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menekan biaya usaha tani.

Untuk mendukung program itu, Pemprov Bengkulu juga menyiapkan berbagai langkah strategis. Di antaranya optimalisasi lahan sawah, perbaikan jaringan irigasi, penyediaan sarana produksi pertanian, serta penguatan hilirisasi hasil pertanian. Di saat yang sama, koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan guna memastikan ketersediaan benih, pupuk bersubsidi, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga fasilitas pendukung pascapanen.

Baca Juga :  Hakim Nyatakan Wakil Rektor III UNIVED Bersalah Memukul

Program PM-AAS merupakan bagian dari agenda prioritas Kementerian Pertanian dalam mendukung target swasembada pangan nasional. Pelaksanaannya di Bengkulu dikoordinasikan oleh Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bengkulu.

Kepala BRMP Bengkulu, Shannora Yuliasari, mengatakan program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi sarana pemerataan modernisasi pertanian hingga ke tingkat petani.

“PM-AAS harus kita kawal bersama. Target satu juta hektar yang dicanangkan pemerintah bukan sekadar angka, tetapi upaya memastikan tidak ada petani maupun daerah yang tertinggal dalam proses modernisasi pertanian,” ujar Shannora.

Menurut dia, sasaran program meliputi lahan sawah eksisting, baik yang berada pada kawasan irigasi reguler, lahan hasil program Optimalisasi Lahan (Oplah), maupun lahan yang mendapat dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Baca Juga :  Harga Sapi Kurban di Bengkulu Naik, Penjual Akui Biaya Pemeliharaan Ikut Membengkak

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian telah menyiapkan paket bantuan berupa benih padi sebanyak 70 kilogram per hektar, silika, dolomit, herbisida, pestisida, hingga berbagai jenis alat dan mesin pertanian. Hingga akhir Juli 2026, data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) yang telah terverifikasi mencapai 3.927 hektar atau sekitar 48 persen dari target lahan yang ditetapkan.

Sementara itu, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Bengkulu, Andi Muhammad Idil Fitri, menilai Bengkulu memiliki modal besar untuk mendukung percepatan program tersebut. Kondisi geografis daerah yang relatif minim lahan rawan dinilai menjadi keuntungan tersendiri dalam upaya meningkatkan produksi pangan.

“Bengkulu hampir tidak memiliki lahan rawan sehingga potensi optimalisasinya sangat besar. Kami berkomitmen mengawal seluruh program Kementerian Pertanian agar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani,” ujar Andi.

Rakor PM-AAS turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian, mulai dari Penanggung Jawab Brigade Pangan Dr. Inneke Kusumawaty, kepala dinas pertanian kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu, koordinator penyuluh pertanian, hingga jajaran BRMP Bengkulu.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Jurnalis Bengkulu Gelar Aksi Solidaritas, Desak Basarnas Perpanjang Pencarian Lima Wartawan Hilang di Selat Sunda
Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:50 WIB

Jurnalis Bengkulu Gelar Aksi Solidaritas, Desak Basarnas Perpanjang Pencarian Lima Wartawan Hilang di Selat Sunda

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku

Berita Terbaru