BENGKULUBAROMETER – Peluang bagi pelajar dan mahasiswa Bengkulu untuk menempuh pendidikan di luar negeri semakin terbuka. Anggota DPD RI/MPR RI dari daerah pemilihan Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mulai menjajaki program beasiswa melalui kerja sama dengan sejumlah universitas di India.
Penjajakan tersebut dibahas bersama promotor pendidikan India di Indonesia, Raffi MM, dalam pertemuan yang berlangsung di Bengkulu, Senin (17/8/2026).
Destita menilai program beasiswa itu dapat menjadi kesempatan berharga bagi generasi muda Bengkulu untuk memperoleh pendidikan bertaraf internasional. Karena itu, pembahasan lebih lanjut diperlukan agar mekanisme dan persyaratan program dapat dipahami serta diakses dengan mudah oleh calon peserta.
“Peluang kerja sama ini sangat bagus. Teknisnya nanti akan kita bicarakan agar kesempatan memperoleh pendidikan internasional dapat dimanfaatkan oleh pelajar Bengkulu,” kata Destita.
Anggota Komite IV DPD RI tersebut mengatakan, pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kesempatan belajar di luar negeri diharapkan dapat menambah pengetahuan, pengalaman, serta wawasan generasi muda yang nantinya bisa digunakan untuk mendukung pembangunan daerah.
Destita juga ingin memastikan peluang tersebut tidak sekadar berhenti pada tahap pertemuan. Pembahasan lanjutan dibutuhkan untuk mengetahui pilihan perguruan tinggi, jurusan, persyaratan pendaftaran, bentuk beasiswa, serta pendampingan yang akan diberikan kepada pelajar Bengkulu.
Selain membicarakan peluang pendidikan, Destita turut memperkenalkan budaya dan potensi wisata Bengkulu kepada Raffi. Ia mengenalkan tradisi Ikek Palak dan kain Besurek sebagai bagian dari identitas masyarakat Bengkulu.
Bunga Rafflesia yang menjadi salah satu ikon wisata daerah juga turut diperkenalkan. Langkah tersebut dilakukan agar kerja sama pendidikan sekaligus menjadi sarana mempromosikan kekayaan budaya dan potensi Bengkulu kepada masyarakat internasional.
Menurut Destita, setiap pertemuan dengan pihak luar daerah maupun internasional perlu dimanfaatkan untuk membawa nama Bengkulu. Kerja sama di bidang pendidikan dinilai dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus memperkenalkan identitas daerah secara lebih luas.
Sementara itu, Raffi menjelaskan bahwa peluang beasiswa yang ditawarkan meliputi berbagai bidang studi. Di antaranya teknik, bisnis, manajemen, komputer, kesehatan, dan seni.
Program tersebut diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada pelajar dan mahasiswa sesuai dengan minat serta rencana pendidikan mereka. Saat ini, sejumlah pelajar asal Bengkulu juga diketahui telah mengikuti pendidikan di salah satu universitas di India.
Raffi mengatakan pihaknya telah mengunjungi sejumlah daerah di Indonesia untuk memperkenalkan program pendidikan tersebut. Kunjungan ke Bengkulu menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan internasional dan menjajaki kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia.
Penjajakan ini menjadi langkah awal untuk membuka jalan bagi generasi muda Bengkulu agar memiliki kesempatan belajar di India. Apabila kerja sama tersebut dapat diwujudkan, pelajar Bengkulu diharapkan tidak hanya memperoleh pendidikan berkualitas, tetapi juga mampu membawa pengalaman dan pengetahuan baru untuk kemajuan daerah.









