BENGKULUBAROMETER – Upaca untuk mewujudkan salah satu tujuan negara “Menncerdaskan Kehidupan Bangsa” Nergara hadir melalui penyaluran beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Sultan Baktiar Najamudin, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi agenda utama pembangunan nasional.
Penyaluran beasiswa tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan reses dan kunjungan kerja ke daerah pemilihan. Sultan menyempatkan diri bertemu langsung dengan para pelajar dan mahasiswa, termasuk siswa SMKN 1 Curup dan SMPN 5 Curup. Kehadiran langsung pimpinan lembaga negara ini memberi pesan simbolik kuat untuk pendidikan anak daerah bukan isu pinggiran, melainkan inti pembangunan bangsa.
“Beasiswa PIP ini adalah program pemerintah yang sangat dinantikan oleh anak-anak di daerah. Ini bukti bahwa pemerintah serius meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia Indonesia,” ujar Sultan kepada wartawan, Jumat 19 Desember 2025.
Menurut Sultan, pemerintahan saat ini menunjukkan komitmen konkret melalui peningkatan alokasi anggaran pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun mendatang. Anggaran tersebut tidak hanya dialokasikan untuk bantuan pendidikan seperti PIP, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat fondasi dasar anak-anak Indonesia.
Ia mencontohkan peluncuran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari strategi besar pembangunan manusia. Program ini dinilai penting untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat secara fisik dan optimal secara intelektual.
“Pendidikan tidak bisa berdiri sendiri. Anak-anak harus sehat, gizinya terpenuhi, sehingga mampu menyerap ilmu dengan baik. Pemerintah memahami itu,” tegas mantan Wakil Gubernur Bengkulu tersebut.
Sultan menekankan bahwa perhatian negara terhadap pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi akan menjadi faktor kunci dalam mendukung agenda pembangunan nasional di masa depan.
Ia juga mengaitkan kebijakan tersebut dengan arah pembangunan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Sultan, pemerintahan Prabowo memberi penekanan besar pada penguatan SDM sebagai modal utama Indonesia bersaing di tingkat global.
“Dengan beasiswa PIP dan program MBG, kualitas SDM Indonesia diharapkan meningkat signifikan. Inilah fondasi agar Indonesia bisa melompat lebih jauh,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sultan mengingatkan para penerima beasiswa agar memanfaatkan bantuan negara tersebut dengan penuh tanggung jawab. Ia meminta para siswa lebih sungguh-sungguh belajar, mengembangkan kreativitas, dan berani berinovasi.
Beasiswa, kata dia, bukan sekadar bantuan finansial, tetapi kepercayaan negara kepada generasi muda. Kepercayaan itu harus dibalas dengan prestasi dan karakter yang kuat. Para guru dan orang tua yang hadir menyambut positif penyaluran beasiswa tersebut. Mereka menilai PIP sangat membantu meringankan beban biaya pendidikan, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Dengan penyaluran PIP di Rejang Lebong, pemerintah kembali menegaskan bahwa akses pendidikan yang setara bukan sekadar janji politik, melainkan kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah.









