BENGKULUBAROMETER – Penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa pekan terakhir menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani. Namun, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin memastikan kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan harga diperkirakan akan kembali normal dalam waktu dekat.
Sultan mengungkapkan dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono untuk membahas gejolak harga sawit yang terjadi di sejumlah provinsi penghasil sawit di Indonesia.
Menurut Sultan, pemerintah memahami kondisi yang sedang dihadapi petani dan telah menyiapkan langkah-langkah untuk menstabilkan harga di tingkat lapangan.
“Kami sudah bertemu kembali dengan Wamentan. Kami memahami apa yang terjadi di lapangan dan beliau meyakinkan bahwa harga akan kembali normal secara bertahap,” kata Sultan kepada media di Jakarta, Selasa (2/6).
Sultan menjelaskan, sejak harga TBS mulai mengalami penurunan pada akhir Mei lalu, dirinya langsung menyampaikan keluhan petani kepada Kementerian Pertanian agar segera ada langkah antisipasi.
Ia menilai fluktuasi harga yang muncul akibat perubahan kebijakan pemerintah merupakan hal yang biasa terjadi dalam sistem ekonomi. Menurutnya, pasar membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri terhadap kebijakan baru yang diterapkan pemerintah.
“Ini hanya efek kejut sementara. Ketika aturan teknis dari kebijakan ekspor satu pintu sudah berjalan dengan baik, pasar akan kembali menyesuaikan,” ujarnya.
Karena itu, Sultan meminta petani sawit tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas perkebunan seperti biasa. DPD RI, kata dia, akan terus mengawal persoalan ini agar dampaknya tidak semakin luas terhadap perekonomian masyarakat.
Ia juga meminta pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian meningkatkan koordinasi untuk memberikan pemahaman kepada petani mengenai kondisi yang sedang terjadi.
“Kami meminta petani tetap tenang. DPD RI fokus mengawal masalah ini agar roda ekonomi petani sawit tetap berjalan,” tegasnya.
Penurunan harga sawit terjadi di berbagai daerah di Sumatera dan Kalimantan. Di Bengkulu misalnya, harga TBS yang sebelumnya berada di kisaran Rp3.100 per kilogram turun menjadi sekitar Rp2.400 per kilogram.
Kondisi tersebut diyakini berkaitan dengan penyesuaian pasar pasca diterapkannya kebijakan ekspor satu pintu yang melibatkan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dalam pengelolaan ekspor komoditas sumber daya alam Indonesia.
Meski demikian, pemerintah optimistis harga sawit akan kembali stabil setelah mekanisme baru berjalan secara optimal.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









