BENGKULUBAROMETER – Masalah klasik banjir di Jalan Rawa Makmur, Kota Bengkulu, akhirnya segera menemukan titik terang. Setelah bertahun-tahun menjadi langganan genangan air setiap hujan turun, Pemerintah Provinsi Bengkulu memastikan peningkatan jalan tersebut mulai dikerjakan pada Juni 2026 mendatang dengan anggaran Rp 25 Miliar.
Kepastian ini muncul setelah status jalan resmi diserahkan kembali dari Pemerintah Kota Bengkulu ke Pemerintah Provinsi Bengkulu pada Desember 2025 lalu. Dengan status kewenangan yang sudah jelas, Pemprov Bengkulu langsung memasukkan proyek ini dalam daftar prioritas pembangunan infrastruktur tahun 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, menegaskan bahwa proyek peningkatan Jalan Rawa Makmur merupakan perintah langsung Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Alasannya jelas, kawasan tersebut kerap menjadi titik genangan parah yang mengganggu aktivitas warga.
“Sudah dianggarkan tahun 2026 ini. Jalan akan ditinggikan sekitar satu meter supaya sejajar dengan jembatan. Ini solusi jangka panjang,” ujar Tejo.
Tak hanya meninggikan badan jalan, Pemprov Bengkulu juga akan membangun sistem drainase baru di sisi kanan dan kiri jalan menggunakan u-ditch. Saluran air lama yang selama ini menjadi sumber masalah akan dibongkar total dan diganti dengan sistem yang lebih terencana.
Menurut Tejo, kontur wilayah Jalan Rawa Makmur memang menyerupai mangkuk atau cekungan. Kondisi inilah yang menyebabkan air hujan mudah tergenang dan sulit mengalir keluar. Karena itu, penataan drainase menjadi kunci utama agar banjir tidak lagi berulang.
“Kami sedang mereview perencanaan agar aliran air benar-benar lancar. Tahun ini pasti dikerjakan,” tegasnya.
Pekerjaan fisik utama direncanakan dimulai Juni atau Juli 2026. Namun, satu hingga dua bulan ke depan, Dinas PUPR akan memulai tahap awal berupa pembongkaran drainase lama yang sudah tersumbat oleh tanah dan sampah.
Panjang ruas jalan yang akan ditingkatkan sekitar 300 meter, mulai dari jembatan hingga tikungan yang selama ini menjadi titik genangan terparah. Drainase juga dibangun sepanjang 300 meter di kedua sisi jalan.
Untuk proyek strategis ini, Pemprov Bengkulu menyiapkan anggaran sebesar Rp25 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025. Dari sisi konstruksi, jalan akan menggunakan rigid pavement atau beton semen agar lebih kuat dan tahan genangan.
“Kita tidak mau setengah-setengah. Jalan dibuat beton supaya mutunya terjamin dan tahan lama,” pungkas Tejo.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









