BENGKULUBAROMETER – Kecelakaan transportasi tradisional kereta molek terjadi di wilayah Air Merah pada Rabu pagi (6/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Insiden ini diduga dipicu oleh kondisi rel yang putus akibat hujan deras dan tanah longsor.
Anggota BPD Lebong Tandai, M. Khairul Alam mengatakan, kereta molek tersebut berangkat dari Napal Putih menuju Desa Lebong Tandai dengan membawa berbagai kebutuhan bahan pokok milik seorang warga bernama Ibu Komeng. Namun, saat melintasi jalur di kawasan Air Merah, kereta tersebut tiba-tiba anjlok dan jatuh ke jurang sedalam kurang lebih 20 meter.
“Kereta molek yang membawa bahan pokok itu berangkat dari Napal Putih menuju Lebong Tandai. Tapi di Air Merah, relnya putus karena hujan dan longsor, sehingga kereta jatuh ke jurang sekitar 20 meter,” ungkap Khairul.
Akibat kejadian tersebut, sopir kereta mengalami cedera ringan berupa keseleo di bagian pinggang. Sementara itu, kernet dilaporkan selamat tanpa luka karena saat kejadian sedang turun untuk memeriksa kondisi jalur.
“Sopirnya cuma keseleo di pinggang, cedera ringan. Kalau kernetnya selamat, karena dia lagi turun lihat kondisi jalan,” jelasnya.
Diketahui, Molek tersebut mengangkut berbagai bahan kebutuhan pokok seperti minyak goreng, beras, telur, sayur-mayur, serta bahan pangan lainnya. Namun, sebagian besar barang yang dibawa tidak dapat diselamatkan akibat insiden tersebut.
“Barang-barang yang dibawa banyak yang rusak dan tidak bisa diselamatkan. Isinya bahan pokok semua, seperti minyak, beras, telur, dan sayuran,” tambah Khairul.
Kondisi kereta molek sendiri dilaporkan mengalami kerusakan parah dan tidak dapat digunakan kembali.
“Kereta sudah rusak berat, tidak bisa difungsikan lagi,” katanya.
Pasca kejadian, proses distribusi barang dan mobilitas warga terpaksa menggunakan sistem transit berulang karena tidak adanya jalur alternatif yang memadai, terutama saat kondisi cuaca buruk.
“Untuk sementara harus transit sampai empat kali. Dari Napal Putih ke Ronggeng, lalu ke Air Merah, lanjut ke Gunung Tinggi, baru sampai ke Desa Lebong Tandai,” terangnya.
Sehingga, ia menghimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur tersebut, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan longsor dan kerusakan rel.
“Kami menghimbau warga agar tetap waspada dan berhati-hati, apalagi kalau kondisi jalan sedang buruk seperti sekarang,” tutupnya.









