BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu mulai mempersiapkan peluncuran minyak goreng merek “Merah Putih”. Saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan kesiapan produksi dan sistem distribusi sebelum produk tersebut benar-benar dijual ke masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bengkulu, Eddyson, mengatakan bahwa proses masih berada pada tahap awal, yakni peninjauan langsung ke pihak pengelola pabrik. Pemerintah ingin memastikan semua berjalan sesuai rencana, terutama dari sisi produksi dan distribusi.
“Sekarang masih tahap peninjauan. Kita ingin memastikan kesiapan pengelola, baik dari produksi maupun distribusi,” ujar Eddyson, Jumat 10 April 2026
Meski persiapan terus berjalan, pemerintah belum menetapkan harga resmi untuk minyak goreng “Merah Putih”. Namun, skema distribusi sudah mulai disiapkan dengan melibatkan jaringan Koperasi Merah Putih sebagai jalur utama penyaluran ke masyarakat.
“Harga memang belum ditentukan. Tapi nanti produk ini akan menjadi salah satu pasokan utama di koperasi,” jelasnya.
Menurut Eddyson, keterlibatan koperasi dalam distribusi ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memperkuat peran koperasi dalam memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, khususnya minyak goreng, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.
Perkembangan jaringan Koperasi Merah Putih sendiri dinilai cukup cepat. Dari target yang ditetapkan, hampir 40 gerai koperasi saat ini sudah mendekati tahap operasional.
“Sekitar 40 gerai sudah hampir siap, bahkan sebagian besar sudah mendekati 100 persen. Minyak goreng ini nantinya akan masuk ke sistem distribusi koperasi tersebut,” terang Eddyson.
Pada tahap awal, distribusi minyak goreng “Merah Putih” akan difokuskan melalui gerai koperasi. Langkah ini diambil agar penyaluran lebih terkontrol dan tepat sasaran.
Meski demikian, pemerintah tidak menutup kemungkinan untuk memperluas distribusi ke pasar tradisional. Namun, hal tersebut akan dilakukan setelah sistem distribusi melalui koperasi berjalan stabil.
“Untuk sementara kita fokuskan dulu ke gerai Koperasi Merah Putih. Setelah itu baru kita pertimbangkan distribusi yang lebih luas,” tambahnya.
Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap kehadiran minyak goreng “Merah Putih” bisa membantu menjaga ketersediaan pasokan di pasaran serta menekan gejolak harga.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









