Sampah Rumah Tangga di Bengkulu Kini Punya Nilai Ekonomi, Tabungan Warga Tembus Rp25 Juta

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUMPULKAM: Bank Sampah Srikandi Merah Putih di Padang Harapan Bengkulu berhasil mengubah sampah rumah tangga menjadi tabungan warga dengan total saldo mencapai Rp25 juta.

KUMPULKAM: Bank Sampah Srikandi Merah Putih di Padang Harapan Bengkulu berhasil mengubah sampah rumah tangga menjadi tabungan warga dengan total saldo mencapai Rp25 juta.

BENGKULUBAROMETER – Sampah rumah tangga yang biasanya dibuang begitu saja kini berubah menjadi sumber penghasilan bagi warga Kelurahan Padang Harapan, Kota Bengkulu.

Melalui Bank Sampah Srikandi Merah Putih, masyarakat mulai merasakan manfaat ekonomi dari kebiasaan memilah dan menabung sampah. Bahkan total tabungan nasabah saat ini sudah mencapai lebih dari Rp25 juta.

Lurah Padang Harapan, Najamuddin mengatakan, bank sampah tersebut mulai berdiri sejak Juni 2025 dan kini terus berkembang dengan jumlah nasabah yang semakin bertambah.

“Alhamdulillah sekarang jumlah nasabah sudah mencapai 63 orang,” kata Najamuddin, Jumat (15/05/2026).

Menurutnya, program ini berhasil mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah rumah tangga. Warga kini mulai memahami bahwa sampah plastik, botol bekas, kardus, dan barang lainnya masih memiliki nilai jual jika dipilah dengan baik.

“Warga sekarang semakin sadar kalau sampah ternyata punya nilai ekonomi,” ujarnya.

Bank Sampah Srikandi Merah Putih sendiri dikelola oleh delapan ibu-ibu warga kelurahan. Karena seluruh pengurusnya perempuan, maka bank sampah itu diberi nama Srikandi Merah Putih.

Baca Juga :  164 ASN Dilantik Herwan Antoni Ingatkan ASN Bengkulu Tinggalkan Budaya "Ngopi dan Tiktokan" di Jam Kerja

Najamuddin menjelaskan, setiap warga yang ingin menjadi nasabah cukup membawa KTP dan kartu keluarga. Setelah terdaftar, warga dapat mulai menyetor sampah sesuai jadwal yang ditentukan.

Namun ada aturan khusus yang diterapkan pengelola, yakni sampah harus dalam kondisi bersih dan sudah dipilah berdasarkan jenisnya.

“Kalau mau setor, sampah harus bersih dan sudah dipisahkan,” jelasnya.

Setiap Jumat pagi mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, warga rutin datang membawa sampah dari rumah masing-masing.

Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang dan dicatat sebagai saldo tabungan nasabah. Selanjutnya, sampah tersebut dijual ke pengepul besar setiap dua minggu sekali.

“Jadi hasilnya langsung masuk ke tabungan nasabah,” katanya.

Menariknya, hasil tabungan sampah itu kini sudah dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Bahkan beberapa warga sudah menggunakan hasil tabungan tersebut untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Sudah ada warga yang bayar PBB dari hasil tabungan sampah,” ungkap Najamuddin.

Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat karena selain menjaga kebersihan lingkungan, warga juga mendapatkan tambahan nilai ekonomi.

Baca Juga :  Polemik SDIT Rabbani, Tiga Guru Ungkap Pengembalian Uang hingga Rp18,9 Juta

Keberhasilan Bank Sampah Srikandi Merah Putih juga mendapat perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bengkulu, Anshar Amin mengatakan, keberadaan bank sampah sangat membantu pemerintah dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kita melihat langsung aktivitas bank sampah ini sangat aktif,” ujarnya.

Ia mengatakan, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah kini terus meningkat. Bahkan warga dari berbagai RT dan RW mulai rutin menyetorkan sampah setiap pekan.

“Ini menjadi langkah positif dalam mengurangi persoalan sampah di Kota Bengkulu,” katanya.

Saat ini terdapat sekitar 105 bank sampah yang tersebar di 67 kelurahan di Kota Bengkulu. Pemerintah berharap seluruh bank sampah dapat aktif sehingga penanganan sampah bisa lebih maksimal.

Dengan keberhasilan Bank Sampah Srikandi Merah Putih, masyarakat kini mulai melihat bahwa sampah bukan lagi sekadar limbah, melainkan aset yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.

Penulis : Handi Pratama

Editor : Windi Junius

Berita Terkait

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
SMKN 1 Bengkulu Nekat Study Banding, Dikbud Bengkulu Pastikan Sanksi Tegas
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku

Senin, 14 September 2026 - 19:46 WIB

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Berita Terbaru

Bengkulu

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 Sep 2026 - 19:46 WIB