Penasihat Hukum Tegaskan Dakwaan JPU Tak Tepat, Kliennya Bertindak Sesuai SOP

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 00:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBEROMETER – Penasihat hukum eks Kepala Cabang PT Sucofindo Bengkulu menegaskan bahwa dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara dugaan korupsi tambang batu bara tidak memenuhi unsur pidana. Hal itu ditegaskan usai sidang lanjutan yang digelar Senin (12 Januari 2026, dengan agenda pemeriksaan delapan orang saksi.

Penasihat hukum Imam Sumantri, yakni Dr Muhammad Rullyandi, SH, MH, menyatakan kliennya telah menjalankan seluruh tugas dan kewenangan sebagai kepala cabang lembaga surveyor negara sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku. Menurutnya, penerapan Pasal 2 primair dan Pasal 3 subsider juncto Pasal 55 dan Pasal 64 KUHP oleh JPU tidak selaras dengan fakta persidangan maupun realitas kerja di lapangan.

“Klien kami bekerja berdasarkan SOP yang ketat. Setiap verifikasi dokumen dilakukan berdasarkan data yang disampaikan oleh perusahaan pengguna jasa. Tidak ada tindakan di luar kewenangan,” kata Rullyandi kepada awak media.

Baca Juga :  Delapan Kelurahan di Rejang Lebong Terendam Banjir: BPBD Perketat Mitigasi dan Warning Cuaca Ekstrem

Ia menjelaskan, seluruh dokumen yang menjadi dasar penerbitan laporan surveyor bersifat sah, valid, dan tidak pernah dipermasalahkan oleh pihak pembeli batu bara. Bahkan, tidak pernah ada komplain terkait kadar atau kualitas batu bara yang ditetapkan dalam laporan Sucofindo.

“Kalau kemudian hari muncul klaim kerugian negara, itu tidak bisa serta-merta dibebankan kepada surveyor. Fungsi Sucofindo hanya melakukan pemeriksaan teknis sesuai permintaan klien,” ujarnya.

Rullyandi juga menekankan bahwa persoalan penurunan nilai Gross Air Dried (GAR) yang berimplikasi pada royalti negara bukanlah tanggung jawab kliennya. Berdasarkan regulasi Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, kewajiban pelaporan produksi, penjualan, hingga pembayaran royalti sepenuhnya berada pada sistem digital pemerintah.

Baca Juga :  Karangan Bunga Berjejer di Mapolda Bengkulu, Korban Investasi Bodong Minta Yeyen Membusuk di Penjara

“Semua perusahaan wajib mengunggah perizinan, data produksi, dan bukti setor royalti melalui aplikasi MOMS, MODI, dan MVP. Surveyor baru bekerja setelah seluruh persyaratan itu dinyatakan lengkap dalam sistem,” tegasnya.

Perkara dugaan korupsi tambang batu bara ini sendiri ditaksir merugikan negara hingga Rp500 miliar. Sebanyak 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, dengan 10 di antaranya masuk dalam berkas perkara pokok.

Menurut Rullyandi, narasi yang berkembang seolah-olah kliennya menjadi aktor utama merupakan kesimpulan prematur. Ia meminta publik menilai perkara ini secara objektif dan menunggu pembuktian di pengadilan.

“Kami percaya majelis hakim akan menilai secara jernih, berdasarkan fakta hukum dan keterangan saksi,” pungkasnya.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
SMKN 1 Bengkulu Nekat Study Banding, Dikbud Bengkulu Pastikan Sanksi Tegas
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku

Senin, 14 September 2026 - 19:46 WIB

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Berita Terbaru

Bengkulu

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 Sep 2026 - 19:46 WIB