Sidang Korupsi GOR Kepahiang Kuasa Hukum Sebut Hanya Salah Administrasi 

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Sidang lanjutan dugaan korupsi aset tanah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang untuk pembangunan Gedung Olahraga (GOR) kembali bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bengkulu, Selasa (21/07/2026). Dalam sidang tersebut, tim penasihat hukum terdakwa Idris mempertanyakan dasar penetapan kerugian negara karena objek tanah yang dipersoalkan disebut masih ada hingga saat ini.

Persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Fajar Pranomo mengagendakan pembacaan eksepsi atau keberatan terhadap surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kuasa hukum terdakwa, Hartius, menyebut perkara yang menjerat mantan Kepala Bidang pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kepahiang itu lebih tepat dikategorikan sebagai persoalan administrasi.

Menurutnya, tidak tepat jika kerugian negara dibebankan kepada kliennya, sementara tanah yang menjadi objek perkara tidak hilang dan masih ada.

Baca Juga :  Di Depan Hakim, Terdakwa Akui Pakai Uang Perusahaan untuk Perawatan Kecantikan dan Belanja Online

“Kalau tanah itu masih ada, mengapa kerugian negara dibebankan kepada klien kami? Ini lebih kepada kesalahan administrasi atau salah input data,” ujar Hartius di hadapan majelis hakim.

Selain menyoroti persoalan kerugian negara, pihak terdakwa juga mempertanyakan dakwaan terkait dugaan pemalsuan tanda tangan kepala dinas. Menurut Hartius, tuduhan tersebut tidak disertai alat bukti yang kuat, termasuk tidak adanya hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

“Klien kami dituduh memalsukan tanda tangan, padahal kepala dinas mengetahui dan memerintahkan pembayaran biaya pengukuran ulang. Dari mana unsur pemalsuannya?”jelasnya.

Penasihat hukum lainnya, Abu Yamin, menilai surat dakwaan JPU juga belum menguraikan secara jelas peran pihak-pihak yang disebut terlibat dalam perkara. Menurutnya, dakwaan tidak menjelaskan siapa yang menyuruh melakukan, turut serta melakukan, maupun hubungan hukum masing-masing pihak.

Baca Juga :  Kasus HIV/AIDS di Bengkulu Meningkat, didominasi  Usia Produktif

Atas dasar itu, tim penasihat hukum meminta majelis hakim menyatakan surat dakwaan tidak memenuhi syarat formil maupun materiil sehingga batal demi hukum.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kepahiang, Hafiezd Assegaf, menegaskan pihaknya akan memberikan tanggapan terhadap eksepsi tersebut pada sidang berikutnya.

Menurut Hafiezd, sebagian besar materi yang disampaikan penasihat hukum sudah masuk ke pokok perkara dan akan dibuktikan dalam proses persidangan.

“Kami meyakini surat dakwaan yang disusun telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan berdasarkan alat bukti yang dimiliki penuntut umum,” tegas Hafiezd.

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Usai Mertua Tewas Ditikam, Rumah Terduga Pelaku Hancur Diamuk Massa
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 17:02 WIB

Dugaan Suap Rekrutmen 93 Pegawai RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut dan Kabag Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Rabu, 4 November 2026 - 22:10 WIB

Usai Mertua Tewas Ditikam, Rumah Terduga Pelaku Hancur Diamuk Massa

Berita Terbaru