Sumardi Tantang DPP Golkar, Genderang Perang Dimulai

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Polemik Pergantian Antar Waktu (PAW) Ketua DPRD Provinsi Bengkulu kian memanas dan memasuki babak baru yang lebih terbuka. Langkah Drs. H. Sumardi, MM, yang memilih menggugat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dinilai banyak pihak sebagai sinyal perlawanan terbuka terhadap keputusan partai yang telah membesarkannya.

Gugatan tersebut resmi terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan nomor perkara 1211/Pdt.Sus-Parpol/2025/PN Jkt.Brt, pada Selasa, 16 Desember 2025. Berdasarkan Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), perkara ini diklasifikasikan sebagai sengketa Partai Politik (Parpol) dengan objek gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH).

Dalam perkara itu, Sumardi bertindak sebagai penggugat. Sementara pihak tergugat adalah Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, serta Samsu Amanah. Bahkan, langkah hukum Sumardi turut menyeret Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sebagai pihak turut tergugat, menandakan eskalasi konflik yang tidak lagi sekadar internal partai.

Langkah hukum ini sontak memantik reaksi luas. Di kalangan internal dan pengamat politik daerah, gugatan tersebut dibaca sebagai sikap frontal Sumardi terhadap keputusan resmi DPP Golkar yang mengeluarkan surat PAW dirinya dari jabatan Ketua DPRD Provinsi Bengkulu sisa masa jabatan 2024–2029.

Baca Juga :  Bawaslu Bengkulu Raih Penghargaan Penanganan Pidana Terbanyak Gakumdu Award 2025

Kuasa hukum Sumardi, Sasriponi Bahrin Ronggolawe, tak menampik bahwa kliennya memilih jalur hukum untuk melawan keputusan tersebut. Bahkan, dengan nada tegas, Sasriponi menyebut gugatan ini merupakan Genderang perang baru dimulai.

“Genderang perang baru dimulai, dan kami pastikan klien kami akan menjadi pemenang dalam gugatan ini. Titik,” ujar Sasriponi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.

Menurutnya, pihak penggugat telah menyiapkan seluruh dokumen dan argumentasi hukum untuk menghadapi persidangan. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2025.

“Kami optimistis. Semua bukti dan fakta hukum akan kami buka di persidangan,” katanya.

Namun, di luar optimisme tim kuasa hukum, langkah Sumardi justru memunculkan persepsi publik yang tajam. Menggugat partai sendiri, terlebih partai pengusung yang memiliki mekanisme dan hierarki internal yang ketat, dinilai sebagai bentuk pembangkangan terhadap keputusan kolektif organisasi.

Sejumlah kalangan menilai, alih-alih menempuh mekanisme internal partai, Sumardi justru memilih membawa konflik ke ruang publik dan meja hijau. Sikap ini dinilai berisiko memperlebar jurang antara dirinya dengan struktur partai, sekaligus menciptakan preseden buruk dalam disiplin kader.

Baca Juga :  Ditinggal di Bawah Jembatan, Bayi Perempuan Ini Bertahan Hidup. Polisi Amankan Diduga Orangtua Bayi.

Sasriponi beralasan, gugatan diajukan karena proses dan penerbitan surat PAW dinilai tidak sesuai prosedur dan melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

“PAW klien kami cacat prosedur. Karena itu, kami juga telah menyurati Menteri Dalam Negeri agar tidak menindaklanjuti surat PAW tersebut sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” tegas Sasriponi.

Di sisi lain, langkah ini menempatkan Sumardi pada posisi dilematis. Sebagai kader dan pejabat publik dari Partai Golkar, gugatan ke DPP berpotensi dibaca sebagai sikap personal yang bertentangan dengan keputusan institusional partai. Tak sedikit yang menilai, manuver ini mencerminkan konflik kepentingan antara loyalitas pada partai dan kepentingan mempertahankan jabatan.

Dengan gugatan resmi yang telah terdaftar, polemik PAW Ketua DPRD Bengkulu kini tak lagi sebatas isu internal, melainkan telah berubah menjadi konflik terbuka antara kader dan partai. Publik pun menanti, apakah langkah “melawan” ini akan berujung pada kemenangan hukum, atau justru memperkuat posisi partai dalam menegakkan disiplin organisasinya.

 

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Helmi Hasan Pastikan Proyek 10 Jembatan Garuda Tetap Jalan, Awal Lambat Tapi Terarah
Pelindo Siapkan 215 Hektar Kawasan Industri Pulau Baai, Bengkulu Bidik Lonjakan Investasi
Rejang Lebong Dipilih, SMA Garuda Segera Dibangun Tahun Ini
Menhan RI Rencanakan 10 Batalyon di Bengkulu, Perkuat Pertahanan Daerah
Jangan Pecat PPPK, DPRD Sarankan Geser Belanja Penghasilan Pegawai ke Belanja Barang dan Jasa
Gubernur Helmi Hasan Larang Bupati dan Walikota PHK PPPK, Tegaskan Daerah Harus Lindungi Tenaga PPPK
Investor Masuk Pulau Baai, Sinyal Kebangkitan Kawasan Industri Mulai Terlihat
Pemprov Reshuffle 54 Pejabat, Ini Daftar Lengkap dan Pesan di Baliknya
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 14:18 WIB

Helmi Hasan Pastikan Proyek 10 Jembatan Garuda Tetap Jalan, Awal Lambat Tapi Terarah

Kamis, 2 April 2026 - 19:24 WIB

Pelindo Siapkan 215 Hektar Kawasan Industri Pulau Baai, Bengkulu Bidik Lonjakan Investasi

Kamis, 2 April 2026 - 18:18 WIB

Rejang Lebong Dipilih, SMA Garuda Segera Dibangun Tahun Ini

Rabu, 1 April 2026 - 18:46 WIB

Menhan RI Rencanakan 10 Batalyon di Bengkulu, Perkuat Pertahanan Daerah

Rabu, 1 April 2026 - 16:57 WIB

Jangan Pecat PPPK, DPRD Sarankan Geser Belanja Penghasilan Pegawai ke Belanja Barang dan Jasa

Berita Terbaru

Bengkulu

Rejang Lebong Dipilih, SMA Garuda Segera Dibangun Tahun Ini

Kamis, 2 Apr 2026 - 18:18 WIB