Dini Hari Berdarah di Bandar Raya: Warga Diserang Gerombolan Bermotor

- Jurnalis

Minggu, 28 Desember 2025 - 19:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Suasana dini hari di Jalan Bandar Raya, Kelurahan Rawa Makmur, Kota Bengkulu, berubah mencekam. Pukul 03.00 WIB, Minggu 28 Desember2025, ketenangan malam pecah oleh aksi brutal sekelompok pengendara motor yang menyerang warga secara membabi buta. Pedang panjang terayun, botol kaca menghantam tubuh, dan darah mengalir di jalanan.

Tiga warga menjadi korban. Seorang di antaranya mengalami luka bacok serius di wajah, sementara dua lainnya menderita luka akibat pukulan botol di sejumlah bagian tubuh. Mereka diserang tanpa peringatan, tanpa konflik sebelumnya, dan tanpa sempat melawan.

Yoga, kakak salah satu korban, mengungkapkan peristiwa itu bermula dari kejadian sepele. Adiknya berinisial Y bersama rekannya, In, tengah melintas menggunakan sepeda motor. Namun, di Jalan Bandar Raya, motor yang mereka kendarai kehabisan bahan bakar.

“Motor kehabisan bensin. Mereka dorong motor mau ke pangkalan bensin terdekat. Tapi saat itulah tiba-tiba diserang,” kata Yoga saat dikonfirmasi, Minggu Sore.

Serangan datang cepat dan brutal. Sekelompok pemuda bermotor menghampiri korban. Tanpa basa-basi, mereka langsung memukul menggunakan botol kaca dan mengayunkan senjata tajam.

Baca Juga :  Ketua DPD RI Tidak Mempersoalkan Pemberian Gelar Pahlawan Suharto

“Adik saya kena pukulan botol, luka lecet. Temannya, In, kena bacok di wajah,” ujar Yoga dengan suara bergetar.

Menurut keterangan korban, kelompok penyerang menggunakan tiga sepeda motor. Setiap motor ditumpangi dua hingga tiga orang. Total penyerang diperkirakan enam hingga tujuh orang.

“Mereka berboncengan, bawa pedang panjang. Gerakannya cepat, seperti sudah terbiasa,” kata Yoga.

Warga sekitar yang mendengar keributan tak berani mendekat. Aksi itu berlangsung singkat, namun meninggalkan trauma mendalam bagi para korban. Setelah menyerang, gerombolan tersebut langsung kabur ke arah gelapnya malam.

Ketiga korban kini telah mendapatkan perawatan medis. Luka bacok di wajah korban In memerlukan penanganan serius. Sementara luka akibat pukulan botol meninggalkan memar dan lecet di tubuh korban lainnya.

Pihak kepolisian bergerak cepat mengumpulkan informasi awal. Kasat Reskrim Polresta Bengkulu, Sujud Alif Yulamlam, mengatakan polisi telah memonitor kejadian tersebut.

“Belum bisa dipastikan apakah ini geng motor atau kelompok lain. Korban kami arahkan segera membuat laporan resmi agar kasus bisa kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Baca Juga :  Tenaga Surya dari HPMPI Jadi Cahaya Harapan Warga Terdampak Bencana Aceh

Menurut Sujud, laporan resmi sangat penting untuk membuka ruang penyelidikan, mulai dari pengumpulan bukti, pemeriksaan saksi, hingga penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Fenomena kekerasan jalanan oleh gerombolan bermotor bukan cerita baru di Bengkulu. Dalam dua tahun terakhir, kasus serupa berulang terjadi. Polisi berkali-kali mengungkap pelaku, yang sebagian besar masih berusia pelajar SMP dan SMA.

Bagi pelaku dewasa, hukum pidana diberlakukan. Namun untuk pelaku di bawah umur, proses hukum kerap berakhir pada pembinaan dan pengembalian ke orang tua, selama tidak menimbulkan korban luka berat atau meninggal dunia.

Situasi ini menimbulkan keresahan warga. Jalanan yang seharusnya aman berubah menjadi ruang ancaman, terutama pada jam-jam rawan dini hari. Warga menuntut kehadiran negara lebih nyata, bukan hanya penindakan setelah kejadian, tetapi juga pencegahan.

Patroli rutin, penertiban kelompok bermotor, pengawasan terhadap aktivitas remaja di malam hari, hingga peran keluarga dan sekolah dinilai mendesak. Jika tidak, kekerasan serupa dikhawatirkan akan terus berulang, menunggu korban berikutnya.

Berita Terkait

Tedakwa Dugaan Kasus Penggelapan Uang Perusahan, Juga Dilaporkan Dugaan TPPU
Korem 041/Gamas Lestarikan Budaya Bangsa, Ajang Seni Jadi Perekat Kebersamaan Antar Satuan
Tawa Anak Papua Pecah Saat Satgas Damai Cartenz Datangi Panti Asuhan, Hadirkan Harapan dan Kebahagiaan di Keerom
Brigjen Pol Ade Ary Jadi Lulusan Terbaik Akademik, Lemhannas Kukuhkan 85 Alumni P3N Angkatan XXVII
Desk Ketenagakerjaan Polri Mediasi Sengketa PT Kerta Gaya Pusaka, 131 Pekerja Terima Hak Rp10 Miliar
DPD RI Pastikan Harga Sawit Akan Kembali Normal, Petani Diminta Tetap Tenang
Jelang Akhir Musim Haji, Satgas Haji Perkuat Perlindungan Jemaah Indonesia di Arab Saudi
Final Sesama Atlet Polri, Bukti Kekuatan Indonesia di SEA Police Badminton Championship 2026
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 22:00 WIB

Tedakwa Dugaan Kasus Penggelapan Uang Perusahan, Juga Dilaporkan Dugaan TPPU

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:59 WIB

Korem 041/Gamas Lestarikan Budaya Bangsa, Ajang Seni Jadi Perekat Kebersamaan Antar Satuan

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:07 WIB

Tawa Anak Papua Pecah Saat Satgas Damai Cartenz Datangi Panti Asuhan, Hadirkan Harapan dan Kebahagiaan di Keerom

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:04 WIB

Brigjen Pol Ade Ary Jadi Lulusan Terbaik Akademik, Lemhannas Kukuhkan 85 Alumni P3N Angkatan XXVII

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:58 WIB

Desk Ketenagakerjaan Polri Mediasi Sengketa PT Kerta Gaya Pusaka, 131 Pekerja Terima Hak Rp10 Miliar

Berita Terbaru