UMP Bengkulu 2026 Wajib Dipatuhi, DPRD Ingatkan Pengusaha Terancam Pidana

- Jurnalis

Senin, 29 Desember 2025 - 16:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring

BENGKULUBAROMETER – Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Bengkulu tahun 2026 bukan sekadar kebijakan administratif. Ketua Komisi IV, Usin Abdisyah Putra Sembiring, menegaskan bahwa aturan pengupahan memiliki konsekuensi hukum tegas bagi pengusaha yang melanggar.

Mulai 1 Januari 2026, seluruh perusahaan di Bengkulu diwajibkan membayar upah pekerja minimal sesuai UMP atau UMK yang telah ditetapkan pemerintah. Tidak ada lagi toleransi bagi praktik pembayaran upah di bawah standar.

“Jadi tidak ada alasan lagi, upah pekerja itu di bawah UMP,” tegas Usin, Senin 29 Desember 2025

Menurut Usin, penetapan angka UMP dan UMK hanyalah langkah awal. Tantangan terbesar justru terletak pada pengawasan dan penerapan di lapangan. Selama ini, pelanggaran pengupahan kerap terjadi karena lemahnya pengawasan dan minimnya keberanian pekerja untuk melapor.

Baca Juga :  Panitia Hari Natal Oikumene Silaturahmi ke MUI Provinsi Bengkulu

Ia menekankan bahwa regulasi pengupahan telah dilindungi payung hukum yang kuat. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, pengusaha yang membayar upah di bawah minimum dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama empat tahun serta denda maksimal Rp 400 juta.

“Aturannya jelas dan tegas. Tidak ada alasan bagi perusahaan untuk mengabaikan ketentuan ini per 1 Januari 2026,” ujarnya.

Sebagai lembaga legislatif, Komisi IV DPRD Bengkulu menyatakan komitmennya untuk mengawal penerapan UMP 2026 secara ketat. Usin menyebut DPRD membuka pintu selebar-lebarnya bagi pekerja yang merasa dirugikan untuk menyampaikan pengaduan.

Baca Juga :  Respons Cepat Gubernur Helmi Hasan Aktifkan BPJS Warga Betungan

“Kalau ada karyawan digaji di bawah UMP atau UMK, silakan datang ke DPRD. Laporan akan kami proses serius,” katanya.

Ia juga meminta serikat pekerja dan buruh perorangan agar tidak takut bersuara. Menurutnya, upah layak adalah hak konstitusional pekerja dan menjadi fondasi kesejahteraan keluarga.

Sebagaimana diketahui, Gubernur Bengkulu telah menetapkan UMP Bengkulu 2026 sebesar Rp2.827.250,90 atau naik Rp157.211,90 dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, UMK tertinggi tercatat di Kabupaten Mukomuko sebesar Rp3.217.086,00, disusul Kota Bengkulu Rp3.089.218,66.

Dengan ancaman sanksi pidana dan pengawasan legislatif, DPRD berharap tak ada lagi pengusaha yang bermain-main dengan hak buruh.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu
MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu
KSOP Pulau Baai Diduga Tak Jalankan Kewajiban Pandu-Tunda, Kerugian Negara Ditaksir Rp10,5 Miliar
Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta
Jalan di Kaur Tempat Bumil Ditandu Saat Keguguran Akhirnya Diaspal
Masih Banyak Pekerja Belum Terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Dorong Perluasan Peserta
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:43 WIB

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare

Rabu, 4 November 2026 - 16:35 WIB

Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu

Rabu, 4 November 2026 - 13:13 WIB

Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu

Selasa, 3 November 2026 - 22:39 WIB

MA Batalkan Vonis 2,5 Tahun, Ahmad Kanedi Bebas dari Dakwaan Korupsi Mega Mall Bengkulu

Selasa, 3 November 2026 - 17:28 WIB

Perkuat Perlindungan Anak, Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama dengan Polresta

Berita Terbaru

Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu tidak memperpanjang kontrak enam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.

Bengkulu

Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu

Rabu, 4 Nov 2026 - 13:13 WIB