Gaji Rp 300 Ribu per Bulan Tak Hentikan Langkah Guru Ini Mendidik Anak Desa

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 20:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Usia Buhari tak lagi muda. Di angka 55 tahun, sebagian orang mungkin sudah bersiap pensiun. Namun bagi Buhari, guru honorer SD Negeri 87 Bengkulu Utara, justru di usia inilah negara akhirnya mengetuk pintu pengabdiannya.

Rabu sore, 31 Desember 2025, Buhari berdiri sejajar dengan ribuan honorer lainnya di halaman Pemkab Bengkulu Utara. Dengan wajah sederhana dan langkah tenang, ia menerima SK PPPK Paruh Waktu, sebuah pengakuan yang ditunggunya selama bertahun-tahun.

“Alhamdulillah, walau cuma tinggal tiga tahun lagi,” ujarnya singkat.

Selama 16 tahun, Buhari mengajar Pendidikan Kewarganegaraan di desa terpencil. Ia membentuk karakter, menanamkan cinta tanah air, dan mengajarkan arti tanggung jawab kepada murid-muridnya. Semua itu ia lakukan dengan honor minim, tanpa jaminan masa depan yang jelas.

Baca Juga :  Nelayan Lokan Tenggelam di Sungai Manjunto, Tim SAR Lakukan Pencarian Hingga Malam

Namun Buhari tidak pernah meninggalkan kelasnya. Setiap hari ia percaya, satu anak yang tercerahkan lebih berharga daripada materi.

Pelantikan 2.297 PPPK Paruh Waktu oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara menjadi bukti bahwa perjuangan para honorer akhirnya mendapat perhatian. Meski statusnya paruh waktu, mereka kini resmi menjadi bagian dari ASN.

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, menegaskan bahwa PPPK Paruh Waktu harus membawa semangat baru dalam pelayanan publik.

Baca Juga :  Syamsurachman Tunjuk Tiga Plt Ketua Partai Golkar Kabupaten

“Ini bukan akhir perjuangan, tetapi awal tanggung jawab baru,” tegasnya.

Bagi Buhari, kalimat itu bukan sekadar formalitas. Ia menganggap SK sebagai amanah. Amanah untuk tetap mengajar dengan hati, meski waktu pengabdian kian terbatas.

Kisah Buhari mencerminkan wajah pendidikan daerah. Di balik keterbatasan, ada guru-guru yang setia. Mereka mungkin tak viral, tapi perannya nyata.

Kini, dengan status PPPK Paruh Waktu, Buhari tak lagi sekadar honorer. Ia adalah ASN yang diakui negara. Sebuah penantian panjang yang akhirnya terjawab.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya
Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran
Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG
490 Atlet Pelajar Bengkulu Siap Berlaga di Lima Cabor POPDA 2026
Usai Mertua Tewas Ditikam, Rumah Terduga Pelaku Hancur Diamuk Massa
Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare
Pajak Pembalut Perempuan Masuk dalam Tuntutan Demo Mahasiswa di DPRD Bengkulu
Pemkot Bengkulu Tak Perpanjang Kontrak 6 PPPK Paruh Waktu
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:54 WIB

Nasib 47 PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu Tak Diperpanjang, Ini Penyebabnya

Kamis, 5 November 2026 - 17:36 WIB

Polresta Bengkulu Gelar Poliran, Gandeng 10 LPK untuk Bantu Masyarakat Keluar dari Pengangguran

Kamis, 5 November 2026 - 13:59 WIB

Makanan MBG Cepat Basi Jadi Sorotan, Satgas Bengkulu Bongkar Kondisi Dapur SPPG

Rabu, 4 November 2026 - 22:10 WIB

Usai Mertua Tewas Ditikam, Rumah Terduga Pelaku Hancur Diamuk Massa

Rabu, 4 November 2026 - 17:43 WIB

Dapat Bantuan Combine Harvester, Biaya Panen Padi di Mukomuko Berpeluang Turun Rp2,3 Juta per Hektare

Berita Terbaru