Apel Perdana 2026, Pemprov Bengkulu Diminta Fokus Kerja Nyata Bantu Rakyat

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apel Perdana 2026 Pemprov Bengkulu dipimpin Wakil Gubernur Mian menegaskan ASN harus meningkatkan kinerja dan fokus membantu rakyat.

Apel Perdana 2026 Pemprov Bengkulu dipimpin Wakil Gubernur Mian menegaskan ASN harus meningkatkan kinerja dan fokus membantu rakyat.

BENGKULUBAROMETER – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengawali tahun 2026 dengan menegaskan kembali komitmen pelayanan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan dalam Apel Perdana Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (5/1). Apel tersebut menjadi momentum awal bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menyatukan langkah dan semangat kerja.

Apel dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Bengkulu Mian. Dalam arahannya, ia  menekankan bahwa tahun 2026 harus menjadi tahun peningkatan kinerja. Menurutnya, rutinitas kerja semata tidak cukup. ASN dituntut menghadirkan kerja nyata yang dirasakan langsung oleh Masyarakat.

“Ini apel perdana di tahun 2026. Yang paling utama, kita harus meningkatkan kinerja menjadi lebih baik. Seluruh pegawai Pemprov diharapkan lebih fokus membantu rakyat,” ujar Mian di hadapan peserta apel.

Dia mengingatkan bahwa esensi kehadiran pemerintah adalah untuk melayani. Karena itu, setiap pegawai diminta peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya. ASN tidak boleh bekerja hanya berdasarkan laporan administratif, tetapi juga harus mampu melihat langsung siapa saja masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.

Baca Juga :  Kado Ulang Tahun Gubernur Helmi Hasan: Rp 44 Miliar Untuk Infrastruktur Kaur di APBD 2026

Menurut Mian, tantangan pelayanan publik saat ini semakin kompleks. Masalah kemiskinan, akses layanan dasar, hingga kebutuhan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Untuk itu, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tidak bekerja sendiri-sendiri.

“Lihat di sekitar kita, siapa yang membutuhkan bantuan. Jangan menunggu laporan datang ke meja. Pemerintah harus hadir lebih dulu,” tegasnya.

Selain fokus pada pelayanan sosial, Mian juga menyinggung pentingnya disiplin kerja. Ia menilai, kualitas pelayanan publik sangat ditentukan oleh kedisiplinan dan integritas pegawai. Apel perdana ini, kata dia, menjadi simbol kesiapan seluruh ASN untuk bekerja lebih terarah dan bertanggung jawab.

Dalam arahannya, Mian turut menekankan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun penting bagi percepatan pembangunan daerah. Sejumlah program prioritas telah disusun dan harus dilaksanakan secara konsisten. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi program yang berjalan setengah hati atau tertunda akibat lemahnya koordinasi.

“Kalau program sudah direncanakan, jalankan dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai masyarakat menunggu terlalu lama,” katanya.

Baca Juga :  Target PAD Ambruk, Pemprov Bengkulu Terjerat Utang Rp 170 Miliar ke Kontraktor

Apel perdana ini juga dimaknai sebagai momen evaluasi awal. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa seluruh perangkat kerja memahami arah kebijakan dan target yang ingin dicapai. Mian berharap, dengan pemahaman yang sama, seluruh pegawai bisa bergerak lebih efektif.

Ia juga menegaskan bahwa kepuasan masyarakat harus menjadi ukuran utama keberhasilan kerja pemerintah. Bukan sekadar laporan selesai, tetapi dampak nyata di lapangan.

“Kita bekerja bukan untuk laporan, tapi untuk rakyat. Kalau rakyat merasakan manfaatnya, itu baru berhasil,” ujarnya.

Apel berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh pejabat struktural, fungsional, serta ASN dari berbagai OPD. Suasana apel mencerminkan semangat awal tahun yang ingin dibangun Pemprov Bengkulu: bekerja lebih fokus, lebih peduli, dan lebih bertanggung jawab.

Dengan apel perdana ini, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap seluruh pegawai dapat menjadikan tahun 2026 sebagai titik balik peningkatan kualitas pelayanan publik. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan dan program benar-benar berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Bank Raya Gencarkan Inklusi Keuangan Digital Lewat Program Pesta Raya
Kejati Bengkulu Geledah 8 Lokasi di 3 Provinsi, Dugaan Korupsi Proyek PLN PLTA Musi Menguat
Edwar Samsi: Pilkada Lewat DPRD Pangkas Hak Rakyat, PDI Perjuangan Bengkulu Menolak Keras
Rumah Mantan Kadis Tambang BU Digeledah, Kejati Bengkulu Kejar TSK Baru
DPD RI dan Kementerian Desa Sepakat Luncurkan Program Green Village Nasional
Menembus Jarak Ribuan Kilometer, HPMPI Antar 100 Solar Cell untuk Korban Banjir Aceh
PLTA Musi Digerebek! Kejati Bengkulu Geledah 3 Kota, Ungkap Dugaan Kasus Korupsi Proyek PLN
Selama 17 Tahun Diduga Ilegal, Ratusan Warga  5 Kecamatan Desak Hentikan Aktivitas PT RAA
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:21 WIB

Bank Raya Gencarkan Inklusi Keuangan Digital Lewat Program Pesta Raya

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:02 WIB

Kejati Bengkulu Geledah 8 Lokasi di 3 Provinsi, Dugaan Korupsi Proyek PLN PLTA Musi Menguat

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:36 WIB

Edwar Samsi: Pilkada Lewat DPRD Pangkas Hak Rakyat, PDI Perjuangan Bengkulu Menolak Keras

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:06 WIB

Rumah Mantan Kadis Tambang BU Digeledah, Kejati Bengkulu Kejar TSK Baru

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:18 WIB

DPD RI dan Kementerian Desa Sepakat Luncurkan Program Green Village Nasional

Berita Terbaru

Bank Raya Indonesia mendorong inklusi keuangan digital melalui Program Pesta Raya dan Raya Poin Flash Sale. Nasabah bisa tukar poin dengan hadiah menarik hingga mobil listrik.

Berita Terkini

Bank Raya Gencarkan Inklusi Keuangan Digital Lewat Program Pesta Raya

Jumat, 16 Jan 2026 - 20:21 WIB