DPD RI Bahas Penguatan Koperasi, Destita Tekankan Kebijakan Harus Pro Rakyat

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Anggota Komite III DPD RI, apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang membahas hasil evaluasi Peraturan Daerah (Perda) dan Rancangan Perda (Ranperda) tentang pemberdayaan ekonomi koperasi.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1).

RDPU digelar oleh Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI sebagai upaya memperbaiki aturan dan tata kelola koperasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

Sejumlah pakar dihadirkan sebagai narasumber, di antaranya Ketua ADOPKOP Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan, perwakilan DEKOPIN Bambang Haryadi dan Ir. Priskhianto, serta pakar hukum koperasi Universitas Indonesia Dr. M. Sofyan Pulungan.

Mereka menyampaikan berbagai masukan terkait pembenahan regulasi koperasi agar lebih sederhana, adil, dan mudah diterapkan.

Baca Juga :  Helikopter Siaga, Ratusan Personel Turun ke Pantai, Ancaman Megathrust Seakan Nyata

Dalam forum tersebut, Destita menegaskan bahwa kebijakan tentang koperasi tidak boleh hanya berhenti pada aturan tertulis, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Koperasi adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Kebijakannya harus berpihak pada penguatan usaha kecil dan masyarakat di daerah, bukan sekadar formalitas regulasi,” ujar Destita.

Ia menjelaskan, koperasi seharusnya dijalankan dengan prinsip kekeluargaan, dikelola secara demokratis, serta berorientasi pada kemandirian dan keberlanjutan. Namun dalam praktiknya, masih banyak kendala yang dihadapi koperasi di daerah.

Beberapa persoalan yang disoroti dalam RDPU antara lain belum sinkronnya aturan antara pemerintah pusat dan daerah, serta masih lemahnya dukungan kebijakan terhadap koperasi di tingkat akar rumput.

Menurut Destita, harmonisasi regulasi sangat penting agar koperasi tidak terbebani aturan yang rumit dan tumpang tindih. Dengan aturan yang lebih jelas dan sederhana, koperasi diharapkan bisa berkembang lebih sehat dan memberi dampak nyata bagi perekonomian lokal.

Baca Juga :  Pendampingan SPMB Bengkulu 2026 Dibuka untuk Semua Masyarakat

RDPU ini juga menjadi ruang dialog antara pembuat kebijakan dengan para pemangku kepentingan koperasi. Aspirasi dari akademisi dan praktisi koperasi akan dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan nasional ke depan.

“Forum ini penting untuk merumuskan kebijakan yang lebih adil dan sesuai dengan kondisi daerah, khususnya dalam tata kelola dan harmonisasi regulasi koperasi,” kata Destita.

DPD RI berharap hasil RDPU ini dapat mendorong lahirnya kebijakan yang benar-benar memperkuat koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
SMKN 1 Bengkulu Nekat Study Banding, Dikbud Bengkulu Pastikan Sanksi Tegas
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku

Senin, 14 September 2026 - 19:46 WIB

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Berita Terbaru

Bengkulu

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 Sep 2026 - 19:46 WIB