Wamen Viva Yoga Dorong Muna Barat Jadi Sentra Perikanan Unggulan Nasional

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 02:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menegaskan komitmennya untuk mendorong Kabupaten Muna Barat sebagai salah satu sentra perikanan unggulan di Indonesia.

Sebagai salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara, Muna Barat dinilai memiliki potensi perikanan yang melimpah dan beragam. Tidak hanya mengandalkan sektor tangkap, wilayah ini juga memiliki peluang besar di sektor budidaya.

Komoditas seperti kerapu, udang vaname, nila, hingga rajungan disebut memiliki nilai ekonomi tinggi dan prospek pasar yang menjanjikan.

Viva Yoga menilai, jika dikelola secara terarah dan berkelanjutan, sektor ini mampu menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Potensi perikanan di Muna Barat sangat besar. Ini harus kita kelola secara terarah agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Viva Yoga.

Baca Juga :  Pemprov Bengkulu Perketat Pengawasan Rokok Ilegal, Pajak Rokok Tembus Rp170 Miliar per Tahun

Menurutnya, pengembangan perikanan di Muna Barat tidak bisa dilepaskan dari keberhasilan program transmigrasi yang telah berjalan sejak era Orde Baru. Kawasan Transmigrasi Kantisa di Desa Lakabu dan Desa Momuntu, Kecamatan Tiworo Tengah, menjadi bukti nyata bagaimana lahan yang sebelumnya belum produktif kini tumbuh menjadi kawasan ekonomi yang hidup.

Di Desa Kasimpa Jaya, Kecamatan Tiworo Selatan, yang dibuka sebagai unit pemukiman transmigrasi pada tahun 1995, masyarakat kini mampu menghasilkan berbagai komoditas pertanian seperti padi, kakao, kelapa, jagung, nilam, dan jambu mete. Perkembangan tersebut turut mendorong tumbuhnya sektor perdagangan dan usaha mikro di wilayah itu.

Baca Juga :  Wakil Wali Kota Jadi Korban Penipuan Turnamen Murai Nasional di Bengkulu

“Komoditas tersebut terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sektor perdagangan pun ikut tumbuh,” jelasnya.

Transmigran yang pertama kali datang ke kawasan tersebut berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Seiring waktu, masyarakatnya semakin beragam dengan kehadiran warga dari Bali dan Bugis. Keberagaman ini, menurut Viva Yoga, menjadi kekuatan sosial yang memperkokoh persatuan sekaligus menciptakan akulturasi budaya yang harmonis.

Ia menyebut hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar program transmigrasi tidak hanya berorientasi pada pemerataan ekonomi, tetapi juga memperkuat keutuhan NKRI.

Penulis : Reno

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
SMKN 1 Bengkulu Nekat Study Banding, Dikbud Bengkulu Pastikan Sanksi Tegas
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku

Senin, 14 September 2026 - 19:46 WIB

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Berita Terbaru

Bengkulu

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 Sep 2026 - 19:46 WIB