BENGKULUBAROMETER – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, memastikan pembangunan 10 jembatan dalam program Jembatan Perintis Garuda tetap berjalan sesuai rencana, meskipun saat ini progresnya masih berada pada tahap awal.
Hal ini disampaikan Helmi setelah menerima laporan resmi dari jajaran TNI, khususnya Korem 041/Garuda Emas, yang menjadi koordinator pelaksanaan kegiatan di lapangan. Dari laporan tersebut, diketahui bahwa sebagian besar pembangunan masih dalam tahap persiapan, seperti pembersihan lahan, survei lokasi, hingga penggalian pondasi.
“Memang masih tahap awal. Tapi ini adalah proses penting yang menentukan kualitas pembangunan ke depan,” ujar Helmi Hasan.
Menurutnya, proyek ini tidak bisa dilihat hanya dari persentase progres saat ini. Justru, tahapan awal menjadi fondasi utama agar pembangunan jembatan bisa berjalan kuat, aman, dan tepat sasaran.
Helmi menjelaskan, pembangunan jembatan ini tersebar di berbagai kabupaten di Provinsi Bengkulu dan dikerjakan oleh satuan Kodim di bawah koordinasi Korem. Menariknya, pembangunan ini juga melibatkan masyarakat setempat, sehingga memberikan dampak langsung, tidak hanya secara infrastruktur, tetapi juga secara sosial.
Di Kabupaten Bengkulu Tengah, dua jembatan yang dikerjakan oleh Kodim 0407/Kota Bengkulu sudah menunjukkan progres sekitar 2 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan wilayah lainnya, dan menunjukkan bahwa pekerjaan sudah mulai bergerak di lapangan.
Sementara itu, di wilayah Bengkulu Selatan dan Kabupaten Kaur, progres pembangunan masih di bawah 1 persen. Pekerjaan masih fokus pada tahap awal, seperti penyiapan lokasi dan pengukuran teknis.
Untuk wilayah lainnya seperti Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Seluma, hingga Mukomuko, pembangunan masih berada di tahap nol persen. Namun Helmi menegaskan, kondisi ini bukan berarti proyek tidak berjalan.
“Semua sedang berproses. Kita tidak ingin terburu-buru, tapi kita ingin hasilnya benar-benar berkualitas,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa faktor cuaca menjadi salah satu tantangan utama di lapangan. Curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah membuat pekerjaan harus dilakukan dengan lebih hati-hati.
Meski demikian, Helmi tetap optimistis. Ia menilai sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program ini.
“Kita yakin, dengan kebersamaan, program ini akan selesai dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Program Jembatan Perintis Garuda sendiri menjadi salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam membuka akses daerah terpencil. Dengan adanya jembatan, mobilitas masyarakat akan meningkat, distribusi barang menjadi lebih lancar, dan potensi ekonomi daerah bisa berkembang lebih cepat.
Helmi juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kendala besar atau kejadian menonjol yang menghambat pembangunan. Semua kegiatan berjalan dalam kondisi aman dan terkendali.
Dengan komitmen yang kuat dan pengawasan yang terus dilakukan, Helmi Hasan berharap program ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Bengkulu.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









