BENGKULUBAROMETER – Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu masa bakti 2025–2030 resmi dilantik pada Senin (27/04/2026). Momentum ini menjadi titik awal bagi JMSI Bengkulu untuk memperkuat peran media siber di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan industri pers yang kian kompleks.
Pelantikan tersebut tidak sekadar seremonial, melainkan juga penegasan komitmen JMSI untuk menjaga kualitas informasi publik di era yang serba cepat. Terlebih, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini telah mengubah lanskap produksi dan distribusi informasi.
Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa, menegaskan bahwa kemajuan teknologi digital saat ini berjalan sangat pesat dan hampir tanpa batas. Berbagai tools berbasis AI kini dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja hanya melalui perangkat di tangan.
“Perkembangan teknologi digital seakan berjalan tanpa rem. Artificial intelligence dan berbagai tools generatif kini sudah ada di genggaman setiap individu,” ujarnya.
Menurut Teguh, kondisi tersebut memungkinkan siapa pun memproduksi konten dalam berbagai bentuk, mulai dari tulisan, gambar, suara, hingga video. Bahkan, hasilnya sering kali sulit dibedakan antara yang asli dan rekayasa.
Ia menyebut situasi ini sebagai bentuk disrupsi besar dalam dunia informasi. Masyarakat kini dihadapkan pada banjir informasi yang bercampur antara fakta dan manipulasi.
“Informasi bercampur antara yang benar dan tidak. Hoaks menjadi lebih meyakinkan, fitnah lebih halus, dan pembelahan semakin dalam,” jelasnya.
Dalam kondisi seperti ini, Teguh menekankan bahwa peran pers profesional menjadi semakin krusial. Media harus tetap hadir sebagai penjaga akurasi, verifikasi, dan kebenaran di tengah derasnya arus informasi digital.
Sementara itu, Ketua JMSI Provinsi Bengkulu, Dedi Hardiansyah Putra, menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru untuk bergerak lebih aktif dan strategis.
“Alhamdulillah hari ini pelantikan pengurus JMSI Bengkulu periode 2025–2030 telah terlaksana. Ini menjadi awal untuk menyusun program kerja ke depan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, JMSI Bengkulu akan fokus pada sejumlah isu penting, salah satunya penguatan perspektif hak asasi manusia (HAM) dalam pemberitaan. Hal ini juga ditandai dengan pelaksanaan seminar HAM yang digelar bersamaan dengan pelantikan.
Selain itu, JMSI juga akan mendorong penguatan industri media, khususnya media siber lokal, agar mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.
“Kami akan menyusun program kerja berbasis HAM, sekaligus mendorong industri media agar bisa tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Dedi menambahkan, pihaknya akan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun sektor swasta. Sejumlah lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek, hingga perbankan Himbara disebut menjadi mitra strategis dalam upaya memperkuat perusahaan media.
Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting untuk menciptakan ekosistem media yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
“Insyaallah dalam satu tahun ke depan, kami akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat perusahaan media agar bisa berkembang lebih baik,” tutupnya.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









