Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir di Panen Raya Jagung Tuban, Petani Sambut Antusias

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKULUBAROMETER – Ribuan petani jagung di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bersiap menyambut rencana kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 yang akan digelar di Dusun Kedung Sari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Sabtu (16/5/2026).

Kehadiran Presiden di tengah para petani menjadi momen penting yang dinilai mampu meningkatkan semangat masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Panen raya tersebut juga menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah, Polri, petani, hingga perbankan dalam mendorong swasembada pangan nasional.

Sejak beberapa hari terakhir, suasana di lokasi panen raya mulai dipenuhi berbagai persiapan. Para petani bersama gabungan kelompok tani (Gapoktan) tampak bergotong royong menyiapkan area panen dan lokasi kegiatan yang nantinya akan menjadi pusat perhatian nasional.

Kabupaten Tuban sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Jawa Timur. Tahun ini, sekitar 629 hektare lahan jagung di wilayah tersebut memasuki masa panen. Potensi besar itulah yang membuat Tuban dipilih sebagai salah satu lokasi strategis dalam program penguatan swasembada jagung nasional.

Asisten Kapolri Bidang SDM sekaligus Kasatgas Ketahanan Pangan Polri, Irjen Pol. Anwar, mengatakan bahwa Panen Raya Jagung Serentak menjadi bukti nyata sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat tani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :  1.004 Unit Rumah Lolos Verifikasi, Pemprov Bengkulu Kebut Realisasi BSPS 2026

“Polri bersama petani jagung Tuban menyambut penuh semangat rencana kehadiran Bapak Presiden RI pada Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Kehadiran Presiden di tengah petani menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan produktivitas dan memperkuat langkah menuju swasembada jagung nasional,” ujar Irjen Pol. Anwar.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional. Karena itu, Polri turut terlibat aktif mendampingi masyarakat tani melalui berbagai program ketahanan pangan.

Pendampingan yang dilakukan Polri tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga mendukung distribusi bibit unggul, pupuk, alat pertanian, hingga memperkuat koordinasi dengan kelompok tani di berbagai daerah.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi jagung nasional jenis pipilan kering pada tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton. Sementara kebutuhan nasional berada di angka 15,64 juta ton, sehingga Indonesia mencatat surplus sekitar 470 ribu ton.

Capaian tersebut menjadi modal penting menuju target produksi jagung nasional sebesar 18 juta ton pada tahun 2026. Pemerintah berharap peningkatan produksi terus terjadi agar Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional.

Baca Juga :  Gugatan Warga Rontok, Hakim Tegaskan Lahan PT Sandabi Sah

Selain menghadiri panen raya, Presiden RI juga dijadwalkan meninjau berbagai stand inovasi ketahanan pangan Polri. Beragam program dan terobosan akan ditampilkan, mulai dari pupuk berbasis batu bara, benih jagung unggulan Bhayangkara, hingga inovasi pengolahan bonggol jagung menjadi produk bernilai ekonomi.

Presiden juga dijadwalkan menyaksikan penyerahan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani oleh Bank Himbara. Bantuan tersebut diharapkan mampu membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian mereka.

Tidak hanya itu, agenda lainnya juga meliputi groundbreaking pembangunan 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri guna mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.

Irjen Pol. Anwar menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan pondasi penting bagi masa depan bangsa. Menurutnya, ketika petani kuat dan produksi meningkat, maka Indonesia akan semakin siap menghadapi tantangan global.

“Ketahanan pangan adalah kekuatan bangsa. Saat petani semakin kuat dan hasil produksi meningkat, Indonesia semakin siap mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Tuban diharapkan menjadi momentum penting memperkuat optimisme menuju Indonesia mandiri pangan sekaligus mempererat kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung kesejahteraan petani.

Berita Terkait

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan
Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional
Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak
Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku
Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
Bank Bengkulu Paparkan Capaian Positif, Dividen dan Kontribusi Pajak Terus Meningkat
Relawan MBG Ditemukan Tewas di Sungai, Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
SMKN 1 Bengkulu Nekat Study Banding, Dikbud Bengkulu Pastikan Sanksi Tegas
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:34 WIB

Ditanya Soal Study Tour, Kepsek SMKN 1 Bengkulu Jawab “No, No Way”, Dikbud Siapkan Hasil Pemeriksaan

Rabu, 16 September 2026 - 13:47 WIB

Korem 041/Gamas Edukasi Siswa SD di Kota Bengkulu Lewat Pengenalan Tokoh Pahlawan Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 18:31 WIB

Gaji ASN Dialihkan ke Himbara, Bank Daerah Khawatir Ekonomi Daerah Terdampak

Selasa, 15 September 2026 - 18:18 WIB

Persoalan SMK 1 Kota Bengkulu, Sekda Provinsi Bengkulu Tegaskan Larangan Study Tour Sekolah Masih Berlaku

Senin, 14 September 2026 - 19:46 WIB

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Berita Terbaru

Bengkulu

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 Sep 2026 - 19:46 WIB