Bareskrim Pastikan Blackout Sumatera Bukan Sabotase, Gangguan Diduga Akibat Cuaca Ekstrem

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Polri memastikan blackout Sumatera bukan akibat sabotase. Gangguan listrik massal diduga dipicu cuaca ekstrem dan kerusakan teknis jaringan transmisi di Jambi.

Bareskrim Polri memastikan blackout Sumatera bukan akibat sabotase. Gangguan listrik massal diduga dipicu cuaca ekstrem dan kerusakan teknis jaringan transmisi di Jambi.

BENGKULUBAROMETER – Bareskrim Polri bersama PT PLN (Persero) memastikan gangguan listrik massal atau blackout yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera bukan disebabkan aksi sabotase. Hasil investigasi awal menunjukkan gangguan dipicu faktor teknis yang diperparah kondisi cuaca ekstrem.

Kepastian tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026), setelah tim gabungan melakukan investigasi langsung di lokasi tower transmisi di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keterbukaan informasi dilakukan agar masyarakat mendapatkan penjelasan resmi terkait penyebab blackout yang sempat melumpuhkan sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

“Kami akan menyampaikan beberapa hal yang menjadi perhatian publik, termasuk pemerintah, bersama Polri dan khususnya PT PLN (Persero), terkait terjadinya blackout di wilayah Sumatera Utara,” ujar Trunoyudo.

Sementara itu, Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifudin menjelaskan investigasi melibatkan Direktorat Tindak Pidana Tertentu, Direktorat Tindak Pidana Umum, Puslabfor Bareskrim Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, dan PT PLN.

Dari hasil pemeriksaan awal diketahui gangguan terjadi pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB di jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai di wilayah Jambi.

Baca Juga :  Jelang Puncak Haji 2026, Wakapolri Perkuat Kerja Sama dengan Arab Saudi untuk Lindungi Jemaah Indonesia

Gangguan tersebut diduga dipicu hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan sistem transmisi keluar dari interkoneksi kelistrikan Sumatera.

Akibat gangguan itu, frekuensi dan tegangan listrik menjadi tidak stabil. Sejumlah pembangkit kemudian mengalami trip secara berantai hingga memicu blackout massal di beberapa wilayah Sumatera.

Daerah terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, hingga sebagian Sumatera Selatan.

“Hasil identifikasi awal diketahui bahwa gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV jalur Muara Bungo–Sungai Rumbai diduga dipicu faktor cuaca buruk,” kata Irjen Pol Nunung.

Tim investigasi juga menemukan kabel transmisi putus di sekitar tower. Namun, kondisi fisik tower secara umum masih dalam keadaan baik dan tidak ditemukan kerusakan berat.

Menurut Nunung, penyebab putusnya kabel masih terus didalami melalui pemeriksaan laboratorium forensik. Beberapa kemungkinan yang sedang ditelusuri antara lain gesekan mekanis akibat angin kencang, panas berlebih karena sambungan longgar, hingga tarikan kuat akibat cuaca ekstrem.

Meski begitu, Polri memastikan tidak ada tanda-tanda sabotase dalam kejadian tersebut.

“Sampai dengan saat ini dapat kami pastikan bahwa tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan,” tegasnya.

Ia menjelaskan pola kerusakan kabel berbentuk serabut terurai dan tidak menunjukkan bekas potongan yang identik dengan tindakan kriminal.

Baca Juga :  Sorak Sorai Festival 2025 Meriahkan Malam Tahun Baru di TMII, Ribuan Pengunjung Padati Konser dan UMKM

Bagian kabel yang putus kini telah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut oleh Puslabfor Polri guna memastikan penyebab pasti secara ilmiah.

Di sisi lain, PLN memastikan sistem kelistrikan Sumatera kini sudah pulih sepenuhnya. Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, mengatakan seluruh jaringan kembali normal dan beroperasi aman.

Menurut Edwin, gangguan bermula ketika jalur transmisi utama mengalami trip akibat cuaca buruk.

Kondisi itu memicu aliran daya berbalik dan menyebabkan fenomena power swing atau osilasi tegangan yang sangat tinggi.

Akibatnya, sistem kelistrikan Sumatera terpisah menjadi dua wilayah. Area selatan mengalami kelebihan daya, sementara wilayah utara kekurangan daya hingga sejumlah pembangkit mengalami gangguan berantai.

PLN kemudian melakukan pemulihan bertahap melalui mekanisme black start menggunakan pembangkit diesel dan gas.

“Seluruh sistem kelistrikan Sumatera telah kembali normal 100 persen dan saat ini beroperasi dengan aman dan stabil,” ujar Edwin.

Pernyataan resmi dari Polri dan PLN ini sekaligus menjawab berbagai spekulasi liar yang sempat berkembang di masyarakat terkait penyebab blackout Sumatera.

Berita Terkait

Punya 6.500 Outlet, HPMPI Minta Pertashop Diizinkan Jual BBM Subsidi
Pemprov Bengkulu Dalami Dugaan Perilaku Vidio ‘Segar Sayang’ Oknum Pejabat, Tim Periksa Saksi
Pemprov Bengkulu Usulkan Perluasan Listrik Desa, Bidik 36 Titik
Undian Nasional Tabungan Simpeda 2026 di Bengkulu Sukses Digelar, Ini Pemenangnya
Destita Khairilisani: Kemerdekaan Harus Hadir dalam Kesejahteraan Masyarakat Bengkulu
Sehari KPK Geledah 3 Rumah di Kota Bengkulu, Dimulai Siang hingga Malam
Undian Simpeda Jadi Etalase Bengkulu, Bank Bengkulu Libatkan UMKM dan Promosikan Budaya Daerah
Rekam Jejak Kajati Bengkulu Anton Delianto
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:33 WIB

Punya 6.500 Outlet, HPMPI Minta Pertashop Diizinkan Jual BBM Subsidi

Selasa, 1 September 2026 - 16:03 WIB

Pemprov Bengkulu Dalami Dugaan Perilaku Vidio ‘Segar Sayang’ Oknum Pejabat, Tim Periksa Saksi

Selasa, 1 September 2026 - 15:44 WIB

Pemprov Bengkulu Usulkan Perluasan Listrik Desa, Bidik 36 Titik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Undian Nasional Tabungan Simpeda 2026 di Bengkulu Sukses Digelar, Ini Pemenangnya

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Destita Khairilisani: Kemerdekaan Harus Hadir dalam Kesejahteraan Masyarakat Bengkulu

Berita Terbaru

Bengkulu

Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi

Senin, 14 Sep 2026 - 19:46 WIB