BENGKULUBAROMETER — Pemerintah Provinsi Bengkulu terus membuka akses kelistrikan bagi masyarakat yang tinggal di dusun-dusun yang belum terjangkau jaringan. Dari pendataan dan koordinasi terbaru, sedikitnya 31 lokasi telah masuk dalam skema Program Listrik Desa.
Namun, jumlah tersebut masih bisa bertambah. Ada lima titik lain yang diinformasikan berpeluang masuk dalam pengembangan program yang mendapat dukungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Jika kelima lokasi tersebut mendapat persetujuan, total sasaran pembangunan jaringan listrik di Bengkulu dapat mencapai 36 dusun.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Bengkulu, Rico Yulyana, mengatakan perkembangan tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan PT PLN.
Rico menyebut alokasi awal yang diterima Bengkulu berjumlah 30 titik. Dalam koordinasi berikutnya, terdapat satu lokasi yang kemudian ditambahkan.
“Awalnya kita mendapat 30 titik dusun, kemudian berdasarkan koordinasi terbaru bersama PLN ada penambahan satu titik,” kata Rico, Senin (31/8/2026).
Dengan demikian, untuk saat ini terdapat 31 titik yang telah tercatat.
Adapun rencana penambahan lima titik masih belum bersifat final. Rico menjelaskan, Pemprov Bengkulu masih menunggu surat resmi sebagai dasar kepastian tambahan lokasi tersebut.
“Informasinya, kemungkinan akan ada lagi tambahan usulan lima titik baru,” jelas Rico.
Menurutnya, surat terkait tambahan lima lokasi tersebut diperkirakan diterima dalam satu sampai dua minggu ke depan.
Program Listrik Desa diarahkan kepada wilayah yang masih memiliki kantong-kantong permukiman tanpa jaringan listrik. Salah satu kriterianya yakni dusun berada di desa yang jaringan listrik utamanya sudah tersedia.
Kondisi tersebut membuat masih ada dusun yang belum teraliri meski secara keseluruhan jaringan di tingkat desa telah mencapai 100 persen.
Dari sisi kebutuhan infrastruktur, satu dusun rata-rata memerlukan sekitar 15 hingga 17 tiang listrik. Namun angka tersebut tidak sama di setiap wilayah karena dipengaruhi kondisi medan, jarak antarpemukiman, kebutuhan jaringan dan faktor teknis lainnya.
Ketersediaan gardu juga menjadi salah satu hal yang diperhitungkan dalam menentukan pembangunan.
Rico juga mengungkapkan, pemerintah desa ataupun pemerintah daerah dapat mengajukan lokasi yang membutuhkan sambungan listrik. Setelah usulan disampaikan, PLN akan melakukan survei untuk memeriksa kondisi lapangan.
Hasil survei kemudian menjadi bahan untuk menentukan kelayakan lokasi berdasarkan persyaratan Program Listrik Desa.
“Setelah itu dilakukan survei bersama PLN untuk melihat kelayakan lokasinya,” ungkap Rico.
Sehingga, usulan yang disampaikan belum otomatis menjadikan sebuah dusun sebagai penerima bantuan. Lokasi tetap harus melewati tahapan verifikasi dan memenuhi ketentuan teknis.
Pemprov Bengkulu saat ini fokus menunggu kepastian lima titik tambahan tersebut. Pemerintah berharap seluruh lokasi yang dinilai layak dapat masuk dalam realisasi program.
“Kita berharap penambahan titik ini benar-benar terealisasi,” pungkas Rico.
Jika tambahan lima lokasi terealisasi, perluasan jaringan listrik di Bengkulu akan menjangkau lebih banyak dusun yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses listrik.
Pemerintah daerah menyatakan koordinasi dengan PLN akan terus diperkuat agar program tersebut dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat dan pembangunan jaringan tidak berhenti pada tahap pengusulan.









